Dukungan Besar Bagi Antasari Azhar Ungkap Dalang Pembunuhan Nasruddin

antasari-bebasGLOBALINDO.CO, MAKASSAR – Kebebasan bersayarat Antasari Azhar mendapat perhatian besar dari elemen masyarakat. Salah satunya datang dari keluarga Nasruddin Zulkarnain. Bahkan, keluarga Nasruddin memberikan dukungan besar bagi Antasari Azhar untuk membuka dan mengungkap siapa sebenarnya dalang pembunuhan Nasruddin Zulkarnain.

Adik kandung Nasruddin, Andi Syamsuddin Iskandar menyatakan, keluarga besar Nasruddin mengucapkan selamat atas pembebasan bersyarat Antasari. Namun demikian, keluarga Nasruddin mengingatkan kembali janji Antasari yang akan membongkar dalang pembunuh Nasruddin setelah dirinya bebas, seperti yang disampaikannya pada Syamsuddin saat membesuk Antasari di penjara.

“Saya ingatkan agar Antasari tidak melupakan janjinya untuk mengungkap dalang pembunuhan kakak saya. Dia katakan dirinya tidak ikhlas dihukum dan akan membongkar dalang pembunuhan Nasrudin. Dia katakan itu saat saya besuk beberapa kali di penjara,” kata Syamsuddin, Kamis (10/11/2016).

Syamsuddin menambahkan, pernyataan Antasari saat bebas hari ini yang menyebutkan bahwa dirinya tidak dendam dan tidak akan mengungkit-ungkit persoalan kasus yang membelitnya, dinilai oleh Syamsuddin telah menyakiti perasaan keluarganya.

“Pernyataan Antasari yang tidak mau lagi mengungkit kasus penahanannya telah melukai hati kami, jika dia tidak berani maka kami yang akan ungkap sendiri,” pungkas Syamsuddin.

Sebagaimana diketahui, Antasari dihukum 18 tahun penjara karena dinilai menjadi otak pembunuhan Nasrudin. Motifnya adalah cinta segi tiga antara Antasari-Rani-Nasrudin. Antasari curhat ke Sigit Haryo Wibisono dan kemudian Sigit meminta bantuan perwira menengah Kombes Wiliardi Wizard. Setelah itu, Williardi mencari tim eksekutor yaitu Edo dkk.

Akhirnya Antasari dinilai bersalah di semua tingkatan hukum. Dari 3 hakim tingkat pertama, 3 hakim tingkat banding dan 8 hakim agung, satu hakim agung yang memutuskan Antasari Azhar bebas murni dan tidak terlibat kasus pembunuhan tersebut. Hakim agung itu adalah Prof Dr Surya Jaya yang menyatakan bahwa benar Antasari pernah curhat soal kasusnya dengan Sigit Haryo. Tetapi tidak ada satu pun kata dan kalimat yang menyuruh Sigit Haryo Wibisono untuk menghabisi nyawa Nasrudin.

Salah satu misteri kematian Nasrudin adalah baju yang ia pakai saat tertembak. Setelah tertembak, Nasrudin dibawa ke RS Mayapada untuk ditangani dan diteruskan ke RSCM. Tapi hingga hari ini, baju Nasrudin itu tidak pernah sampai ke persidangan, padahal merupakan bukti kuat di kasus ini. Antasari pun menggugat RS Mayapada dan masih diproses di tingkat kasasi.(dtc/ziz)