Ekonomi Indonesia Melambat Gara-gara Uang Pemda Nganggur di Bank 220 Triliun

Steel crisis chart

Steel crisis chart

GLOBALINDO.CO, JAKARATA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini melambat. Sepanjang kuartal I-2016 tercatat 4,92%. Angka ini lebih rendah dibanding kuartal IV-2015 yang masih berada di atas 5%.

Berdasar pengamatan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, pelambatan ekonomi Indonesia saat ini akibat dana pemerintah daerah (Pemda) sebesar Rp 220 triliun dibiarkan nganggur di bank. Padahal seharusnya dana ini bisa digunakan untuk menggenjot laju ekonomi.

“Uang nganggur di daerah dari Rp 99,7 triliun (akhir 2015) naik jadi Rp 220 triliun di akhir Maret 2016. Ini tidak ada aktivitas,” kata Bambang dalam diskusi dengan pemimpin media massa di rumah dinasnya Widya Chandra, Jakarta, Kamis malam (12/5/2016).

Sementara pada kuartal IV-2015 lalu, lanjut Bambang, dana APBD Rp 140 triliun mengucur hanya dalam 3 bulan terakhir di 2015.

Bambang mengakui, dalam kondisi ekonomi seperti ini, Indonesia perlu ada diversifikasi ekonomi. Ekonomi Indonesia masih bergantung pada konsumsi dan belanja pemerintah. Ekspor dan impor masih negatif di kuartal I-2016 lalu.

Meski melambat dibandingkan kuartal IV-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2016 menguat dibandingkan kuartal I-2015 lalu yang besarannya 4,73%. “Jadi setidaknya basisnya meningkat dan masih ada optimisme,” jelas Bambang.(dtc/ziz)