Eksepsi Setya Novanto Ditolak Hakim

oleh
Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto menunjukkan ekpresi dan raut muka riang, tanpa beban di sidang pembacaan eksepsi, Rabu (20/12).. Situasi ini berbanding terbalik saat dirinya menjalani sidang dakwan, Rabu pekan lalu.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Setya Novanto terhadap dakwaan jaksa dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP ditolak majelis hakim Pengadilan Tipikor dalam sidang yang digelar Kamis (4/1/2018). Sidang perkara tersebut pun dilanjutkan pemeriksaan saksi.

“Mengadili, menyatakan, keberatan atau eksepsi tidak dapat diterima,” kata ketua majelis hakim, Yanto.

Menurut hakim, surat dakwaan Setya Novanto telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hakim juga menyatakan bila keberatan Novanto tidak sesuai dengan Pasal 143 ayat 2 KUHAP dan Pasal 156 ayat 1 KUHAP.

“Menimbang bahwa keberatan tidak dapat diterima, maka pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan,” ujar Yanto.

(Baca Juga: Setya Novanto Acak-acakan Hadiri Sidang Korupsi e-KTP, Istri Menangis)

Sebelumnya, Setya Novanto mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP. Tim penasihat hukum Setya Novanto menyinggung soal praperadilan yang sempat dimenangkan dalam eksepsi atau nota keberatan.

Mereka menilai dakwaan jaksa pada KPK untuk Novanto itu tidak memenuhi syarat materiil. Salah satu pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyingung tentang praperadilan jilid I yang diajukan Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Saat itu, Novanto menang dan status tersangkanya di KPK batal.

Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *