Elektabilitas Eri Cahyadi Disebut Masih Jauh Tertinggal dari Kader Asli PDI-P

oleh
Kepala Bappeko Eri Cahyadi didampingi Presiden Persebaya, Azrul Ananda saat bersih-bersih di sekitar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Munculnya nama Kepala Badan Perencaan Pembangunan dan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi sebagai calon wali kota Surabaya ternyata tidak serta mendapat dukungan dari kader PDI-P.

Politisi senior PDIP Saleh Ismail Mukadar misalnya. Saleh Mukadar berharap yang maju pada pilwali nanti adalah kader asli. Bukan dari sosok non kader yang hanya numpang kendaraan seperti sebelumnya.

Saleh menegaskan, ada beberapa hal yang membuatnya kurang pas jika Eri Cahyadi diusung PDI-P. Selain bukan kader partai, menurut dia, popularitas Eri Cahyadi yang disebut mendapat dukungan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ternyata juga rendah.

“Sampai saat ini menurut hasil survei elektabilitas Eri masih jauh dibawah tokoh politik. Baik dari PDI Perjuangan maupun dari beberapa parpol lain,” ungkap Saleh Mukadar.

Pada pilwali kali ini Saleh memiliki harapan khusus agar wali kota yang terpilih nanti memiliki visi besar untuk membangung kota yang ramah lingkungan. Kemudian bebas dari kemacetan dan memiliki tranportasi masal yang mudah, murah serta menjangkau seluruh wilayah.

Tidak hanya itu, dia juga berharap wali kota ke depan mampu meremajakan kampung kumuh. Bukan walikota yang hanya mampu mengurusi taman tapi mengabaikan aspek lainnya yang menjadi kebutuhan warga kota.

“Insya Allah hari ini yang bersaing di Surabaya dan yang punya elektabilitas bagus semuanya kader PDI Perjuangan. Malah belum kelihatan kader partai lain yang punya elektabilitas sebagus kader PDI Perjuangan,” ujarnya.

Lebih jauh Salah Mukadar kemudian menyebutkan tiga nama yang dinilainya layak maju dalam Pilwali Surabaya. Mereka adalah Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, anggota DPRD Surabaya Dyah Katarina dan terakhir anggota DPRD Jatim Armuji.

“Semuanya masih memiliki elektabilitas di atas rata-rata kader partai lain,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua DPC PDI-P Surabaya Adi Sutarwijono sempat membocorkan beberapa nama yang paling menonjol diantara 18 calon yang sudah mendaftar di PDI-P.

Dia menjelaskan beberapa informasi yang sedang berkembangan di lapangan. Menurutnya, dari 18 calon yang sudah mendaftar ke PDIP, ada tiga nama yang belakangan ini gencar bersosialisasi kepada calon pemilih.

“Ada beberapa figur yang menonjol dalam pergerakan ke masyarakat. Satu, Mas Whisnu Sakti Buana (bakal calon walikota) Ibu Dyah Katarina (bakal calon walikota), dan yang ketiga ada Pak Armuji yang mendaftar sebagai bakal calon Walikota Surabaya,” ujar Awi waktu itu. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.