Empat Tersangka Korupsi Bank Jatim Segera Diadili

Salah satu tersangka korupsi kredit fiktif Bank Jatim ke PT Surya Graha Semesta (SGS) Rp 147 miliar mengenakan rompi oranye digiring petugas Kejari Surabaya.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Negeri Surabaya telah melimpahkan berkas tahap dua empat tersangka korupsi kredit fiktif Bank Jatim ke pengadilan. Artinya, tak lama lagi kasus korupsi Rp 147 milliar yang menjerat empat pejabat Bank Jatim itu segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Hari ini berkas perkara atas nama tersangka  Wonggo Prayitno,  Arya Lelana, Harry Soenarno dan Iddo Laksono Hartanto sudah  kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor,”terang Kasipidus Kejari Surabaya didampingi Kasintel,  I Ketut Kasna Dedi didampingi Kasipidus, Heru Kamarullah saat dikonfirmasi, tadi malam.

Heru mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu jadwal persidangan kasus ini. “Kita tinggal nunggu penetapan sidangnya dari pengadilan, biasanya paling lama 14 hari sudah disidangkan,” imbuh jaksa kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini.

Seperti diketahui, kasus korupsi Bank Jatim ini diungkap oleh Bareskrim Polri. Saat itu Bareskrim Polri mencurigai kredit macet PT Surya Graha Semesta (SGS) yang dikucurkan Bank Jatim senilai Rp 147 miliar.

Dari hasil penyidikan, penyidik menetapkan empat pejabat Bank Jatim sebagai tersangka, mereka adalah Wonggo Prayitno (mantan pimpinan Divisi Kredit KMK Bank Jatim) dan Arya Lelana (mantan Pimsubdiv Kredit KMK Bank Jatim),

Dua tersangka lain yakni Harry Soenarno, pimpinan Cabang Pembantu Bank Jatim Bangil, Pasuruan dan Iddo Laksono Hartanto, Asistant Relationship and Manager Bank Jatim.

Keempat tersangka itu diduga melanggar SK Direksi Nomor 048/203/KEP/DIR/KRD tertanggal 31 Desember 2010 karena berperan dalam pemberian kredit  ke PT SGS. Dimana pada proses pemberian penasabahan plafon kredit stanby load kepada PT SGS dari nilai awal Rp 80 miliar jadi Rp 125 miliar.

Pemberian kredit tersebut tidak sesuai dengan DER (Debt Equity Ratio) dan dokumen SPMK. Selain itu berdasarkan fakta ternyata PT SGS tidak pernah mendapatkan proyek-proyek APBD, tapi telah diajukan dalam proses penambahan plafon kredit dan tidak sesuai dengan ketentuan buku Pedoman Perkreditan Kredit Menengah dan Korporasi SK Nomor 043/031/KEP/DIR/KRD tanggal 28 Februari 2005 yang kemudian dilakukan perubahan pada Buku Pedoman Pelaksanaan Kredit Menengah dan Korporasi SK Dir Nomor 047/001/DIR/KRD tanggal 30 Januari 2009. (ady)