Empat UKM Surabaya Siap Sambut MEA

No comment 358 views

Choirul Mahpuduah (Kiri) melakukan tanda tangan kerja sama dengan General Manager PT  Telkom Witel Jatim Suramadu M Nasrun Ihsan (kanan)

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sebanyak empat (4) pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Pahlawan ,siang tadi (25/5) melaksanakan penandatanganan kerjasama kemitraan dengan Telkom area wilayah telekomunikasi (Witel) Surabaya – Madura di Empire Palace, Surabaya.

 

Kemitraan ini didasari guna menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), harapannya pelaku UKM di Surabaya bisa menjadi tuan dan nyonya di negeri sendiri. Ke-empat UKM tersebut adalah, UKM Elok Mekar Sari, UKM Gaul Mira Rahayu, UKM Kampung Kue, dan UKM Craft Karang Pilang Bersatu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Koordinasi Pelayanan Dan Penanaman Modal Kota (BKPPM) Surabaya Eko Agus Supiadi Sapoetro menyatakan bahwa empat UKM ini sebelumnya telah mengalami proses seleksi dengan menggandeng pihak civitas akademika Universitas Airlangga mulai dari bulan Februari hingga Mei, dan dari seleksi tersebut dipilihlah empat pelaku UKM.

 

“Ada beberapa aspek yang menjadi bahan untuk seleksi, salah satunya adalah kontinuitas perusahaan, kualitas produk, dan yang paling penting adalah ketersediaan tenaga kerja yang memadai. Nantinya, para pelaku UKM ini akan mendapatkan pelatihan selama tiga bulan mengenai e-commerce dan toko digital, sehingga mereka bisa memasarkan produk secara online,” tegas Agus.

 

Agus menambahkan, produk ke-empat pelaku UKM ini juga telah dipasarkan di gerai swalayan modern, dan sentra UKM milik pemerintah. Pemkot Surabaya juga berusaha mengenalkan produk UKM ini sebagai buah tangan kepada tamu domestik dan mancanegara.

 

“Pada era sekarang investasi tidak selalu membicarakan tentang uang. segala hal yang mampu membuat pelaku usaha terus berjalan dan berkembang juga merupakan ivestasi. Kegiatan yang dilakukan hari ini, nantinya akan mereka rasakan kedepannya,” imbuh Agus.

 

Ary Widiastuti dari UKM Elok Mekar Sari menyambut positif kegiatan ini, menurutnya UKM Elok Mekar Sari telah menerapkan teknogi informasi dalam pelaksanaan kegiatan dagangnya.

 

Melalui blog, produk mereka telah dikenal dan dinikmati masyarakat dari Jakarta, Bali, hingga Batam. Berbekal olahan jamur, lele, dan Jangkrik. Omset sebesar 2 juta rupiah dapat dikantongi UKM yang telah berdiri dari tahun 2013 ini tiap harinya.

 

Senada dengan Ary Widiastuti, Choirul Mahpuduah dari UKM Kampung Kue juga menyambut dengan optimis kegiatan hari ini. Ia berharap produk olahan UKM Kampung Kue berupa almond crispy dan nastar green tea diharapkan mampu menembus pasar mancanegara.

 

“Kami inisiatif menjadikan olahan kampung kue sebagai  oleh-oleh bagi teman yang pelesir dan bekerja di luar negeri. Harapannya produk kami dikenal terlebih dahulu, dan masyarakat luar jadi tahu bahwa produk ini bisa dibeli di Kota Surabaya,” imbuh wanita yang akrab disapa Bu Irul ini. (bmb/gbi)