Firza Diperiksa, Interpol Kembalikan Red Notice untuk Rizieq

Firza Husein, tersangka kasus dugaan percakapan (chat) mesum dan pornografi via whatsapp dengan seorang laki-laki yang diidentikkan dengan pimpinan FPI, Rizieq Shihab memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya, Senin (12/6).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Setelah mangkir pada panggilan pertama, Polda Metro Jaya kembali memanggil tersangka dugaan percakapan mesum, Firza Husein sebagai saksi untuk tersangka Rizieq Shihab, Senin (12/6). Pada saat yang sama, Interpol mengembalikan berkas permohonan ‘red notice’ yang dikirim Polda untuk menetapkan Rizieq sebagai buronan kepolisian internasional.

Firza tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB didampingi kuasa hukumnya Azis Yanuar. “Diperiksa untuk saksi lain (Rizieq),” kata Azis.Sementara Rizieq hingga saat ini belum memenuhi panggilan penyidik Polri. Ia lebih memilih berada di Arab Saudi karena merasa kasusnya adalah tindakan kriminalisasi.

Firza ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (16/5) lalu. Ia dijerat Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana lima tahun penjara. Meski tidak ditahan dengan alasan kesehatan, polisi mencekal Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu ke luar negeri.

Percakapan Whatsaap yang diduga antara Rizieq dan Firza dalam bentuk screenshot tersebar di sebuah blog bernama baladacintarizieq. Rizieq kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Setelah memeriksa sejumlah saksi dan bukti, polisi menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka. Namun anehnya, sampai saat ini polisi belum menetapkan tersangka penyebar konten pornografi itu.

Adapun terkait permohonan red notice yang dikembalikan Interpol, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan berkasnya terpaksa dikembalikan karena NCB Interpol Indonesia menilai berkas permohon penerbitan red notice untuk Rizieq belum memenuhi syarat untuk diteruskan dan ditinjau oleh Sekretariat Jenderal Interpol di Lyon, Perancis.

“Dari NCB Interpol Indonesia, kasusnya Rizieq masih dikembalikan lagi ke Polda Metro Jaya, jadi sampai sekarang masih belum, (karena) belum memenuhi syarat,” kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/6).

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri tersebut tidak menjelaskan secara detail perihal syarat-syarat yang belum terpenuhi dalam permohonan red notice yang diajukan Polda Metro Jaya tersebut.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan percakapan berkonten pornografi bersama Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana Firza Husein pada Senin, (29/5). ia diduga melanggar Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Selain upaya mengajukan permohonan penerbitan red notice, Polda Metro Jaya mempertimbangkan sejumlah upaya untuk memulangkan Rizieq dari Arab Saudi, salah satunya mengandalkan hubungan bilateral Indonesia dengan Arab Saudi.

“Ada hubungan bilateral, polisi dengan polisi atau pemerintah dengan pemerintah, atau beberapa pertimbangan lain. Nanti penyidik yang melakukan proses menuju ke situ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/6) lalu. (cni/gbi)