FPDI-P Desak Pemkot Surabaya Segera Cairkan Gaji ke 13

oleh
Para PNS di lingkungan Pemkot Surabaya dalam salah satu acara.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Fraksi PDI-P DPRD Surabaya mendesak Pemkot Surabaya segera mencairkan gaji ke 13 sesuai hasil keputusan rapat paripurna yang digelar Senin lalu. Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua FPDI-P Sukadar.

Menurut Sukadar, pihaknya sangat menyayangkan kenapa kesepakatan paripurna waktu itu hanya berupa surat rekomendasi. Mestinya kesepakatan yang telah dibuat antara eksekutif dengan lagislatif dituangkan dalam surat keputusan.

“Mestinya pimpinan DPRD Surabaya membuat surat keputusan bukannya surat rekomendasi. Kami sedikit kecewa dan menyayangkan kenapa hanya surat rekomendasi,” sesal Sukadar, Rabu (26/9/2018).

Sukadar menjelaskan, pada saat paripurna dirinya sempat interupsi agar keputusan yang diambil dari suara fraksi-fraksi ditawarkan kepada peserta rapat yang hadir untuk disetujui.

Pada saat rapat paripurna itu memang akan dibuatkan surat keputusan DPRD, akan tetapi kondisinya saat ini berubah menjadi surat rekomendasi saja. “Mestinya ini sudah merupakan keputusan tertinggi karena merupakan kesepakatan bersama di forum rapat paripurna,” ujarnya.

Fraksi PDIP juga telah menjalin kontak dengan wawali Whisnu Sakti Buana terkait kemungkinan dicairkannya gaji 13 dalam waktu dekat. Menurutnya, wawali meminta surat itu dikirim secepatnya untuk kemudian diproses lebih lanjut.

Sementara itu Sekretariat DPRD Surabaya, Hadi Siswanto Anwar, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau surat rekomendasi itu sudah dikirimkan ke Wali Kota Surabaya.

“Sudah saya cek lagi, surat rekomendasi tersebut telah dikirimkan hari Selasa (25/9/2018). Yang tandatangan ketua DPRD Surabaya pak Armuji,” ujar mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini.

Surat tersebut tertanggal 25 September 2018. Perihalnya terkait dengan rekomendasi DPRD Surabaya untuk percepatan / tunjangan gaji 13. Dipastikan Hadi Siswanto surat tersebut sudah ada di Pemkot Surabaya.

Hanya saja walau ditarget dua hari setelah surat rekomenadasi diterima Pemkot Surabaya, belum tentu pencairan gaji 13 itu bisa dilakukan secepat yang diinginkan DPRD.

Hal ini mengingat karena walikota Surabaya Tri Rismaharini saat ini tengah melakukan kunjungan ke beberapa negara. Sebab pencairan anggaran untuk gaji ke 13 itu harus menunggu perintah wali kota.

“Kami tetap optimis gaji 13 itu bisa dibayarkan cepat. Hal ini karena bu Risma akan kembali ke Surabaya lagi dalam waktu dekat,” pungkas Hadi. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *