FPI-PDIP Saling Serang Terkait Tudingan Jadi Sarang Keturunan PKI

oleh
Sekjen PDIP dan Jubir FPI terlibat saling serang terkait isu anggota keturunan PKI.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) terlibat aksi saling serang dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait tudingan jadi sarang keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI). Aksi saling serang ini dipicu pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menuding anggota FPI juga banyak dari keturunan PKI.

Juru Bicara FPI, Slamet Maarif langsung menyanggah pernyataan Hasto Kristiyanto. Slamet menyebut Hasto pendusta. Sebab menurutnya, Habib Rizieq tak pernah menyatakan hal tersebut.

“Hasto pendusta! Habib Rizieq tidak pernah menyatakan bahwa di FPI banyak anak PKI. Habib Rizieq hanya menyatakan bahwa ‘anak keturunan PKI yang tidak lagi mengusung ideologi PKI tidak boleh diganggu’, bahkan hak-hak sosial ekonomi pendidikan dan politiknya harus dipulihkan,” kata Slamet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/2/2018).

(Baca Juga: PDIP-Gerindra Gegeran Soal Tudingan PKI)

“Dan mereka berhak hidup membaur secara normal di tengah masyarakat, termasuk belajar agama di pesantren mau pun ikut Ormas dan Orsosopol. Mereka tidak boleh menanggung beban kesalahan orang tua mereka sebagaimana mereka juga tidak boleh mengulangi kesalahan orang tua mereka,” imbuhnya.

Slamet mengatakan FPI bersedia mendidik anak keturunan PKI untuk menjadi muslim yang beriman. Dia mencontohkan soal pendidikan FPI kepada warga Ahmadiyah.

“Dalam konteks ini, FPI selalu siap mendidik dan membina anak keturunan PKI agar menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa, sebagaimana di Tasik dan Garut FPI mendidik dan membina ribuan warga Ahmadiyah sehingga sadar dan taubat kembali kepada Islam,” tuturnya.

Slamet mengatakan FPI tak berkompromi dengan anak keturunan PKI yang mengusung ideologi PKI. Menurutnya, anak keturunan PKI seperti itu harus dicabut haknya.

“Lain halnya jika anak keturunan PKI mengusung kembali ideologi PKI maka harus dibasmi dan dicabut hak-haknya tersebut,” ucap Slamet.

“Justru di PDIP ada anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi PKI, sepeti Ciptaning yang dengan angkuhnya mengarang dua buku membela PKI yaitu ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ dan ‘Anak PKI Masuk Parlemen’. Jadi, Hasto jangan maling teriak maling!,” ujar dia.

Sebelumnya, Hasto dipanggil sebagai saksi di sidang terdakwa Alfian Tanjung kasus cuitan soal ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, kemarin.

Kuasa hukum Alfian Tanjung mengaku heran PDIP disebut anti-PKI dan menganut ideologi pancasila, padahal PDIP pernah berkunjung ke Partai Komunis China. Dalam sidang tersebut, tim kuasa hukum juga menunjukkan buku ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ karangan Ribka Tjiptaning.

“Konsistensi Anda diragukan ideologi Pancasila dan anti-PKI. Tapi PDIP juga kerja sama komunis, bagaimana tanggapan Sekjen Hasto?” tanya kuasa hukum.

Menanggapi hal itu, Hasto menyatakan berkeberatan karena buku itu bukan bagian dari pokok perkara. Dan menurutnya, buku tersebut bukan berisi propaganda.

“Bahwa buku itu anak PKI masuk parlemen, bukan saya PKI, bukan menyebarkan PKI. Sama dengan saat saya ketemu Habib Rizieq di Megamendung, 28 Januari 2017, banyak anak PKI berada di FPI. Beliau menyampaikan itu tapi mereka bukan PKI,” ujar Hasto.

“Kedua tentang bagaimana partai berkunjung, kita ini politik bebas aktif tanpa membedakan suku dan agama, makanya kami bertemu, melakukan studi banding dengan China, Mesir, dan kami datangi sebagai persahabatan,” lanjut Hasto.

Diketahui, Alfian Tanjung ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro dalam kasus cuitan ‘PDIP 85% isinya kader PKI’. Alfian disangka melanggar Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *