Fredrich Yunadi Dipidana, Barisan Advokat Gugat UU Tipikor

oleh
Barisan Advokat pembela Frederich Yunadi (kanan), mantan pengacra Setya Novanto mengajukan gugatan uji materi Pasal 21 UU Tipikor ke MK.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali akan menjadi bulan-bulanan. Setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan legalitas Pansus DPR, kini sejumlah advokat melayangkan uji materi Pasal 21 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 21 UU Tipikor mengatur ketentuan bahwa orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan penyidikan terhadap saksi dan tersangka dan penuntutan serta pemeriksaan terdakwa di sidang pengadilan diancam pidana penjara. Paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 enam ratus juta rupiah.

Sekumpulan pengacara yang menamakan diri Barisan Advokat Bersatu menyoal Pasal 21 UU Tipikor  bertentangan dengan UUD NRI 1945. Salah satu frasa dalam pasal  tersebut yang dipermasalahkan apara advokat yakni “Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung”.

Perwakilan Barisan Advokat Bersatu, Khaerudin menilai, frasa tersebut tidak memiliki kekuatan hukum mengikat apabila tidak dimaknai “dikecualikan untuk Advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam dan/atau luar sidang”.

Khaerudin mengatakan, gugatan dilakukan karena ketentuan Pasal 21 tersebut tidak memiliki tolok ukur dan multitafsir. Khaerudin mengatakan, tidak adanya tolok ukur jelas membuat advokat yang membela kliennya bisa terancam.

“Karena tidak ada keseragaman pemaknaan yang jelas lagi terkait tolok ukur seorang advokat dalam melakukan pembelaan kepada klien. Khususnya terhadap proses penyidikan yang sedang berjalan,” katanya seperti dikutip Kontan dari website MK, Kamis (8/2).

Pasalnya, dengan ketentuan tersebut advokat yang membela kliennya sewaktu- waktu bisa dianggap dan diduga mencegah, merintangi, atau menggagalkan upaya penyidikan, penuntutan maupun pemeriksaan kliennya.

Fredrich Yunadi, pengacara Setya Novanto saat ini menjadi pesakitan. Fredrich didakwa telah menghalangi dan merintangi serta menggagalkan upaya KPK dalam menyidik kasus korupsi E-KTP saat menjadi pengacara Setya Novanto.

Jaksa Penuntut Umum KPK yang diketuai Fitroch Rochyanto dalam sidang dakwaan Fredrich di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/2) pagi mengatakan, upaya tersebut dilakukan dengan menyusun skenario; Setya Novanto sakit dan kecelakaan sehingga perlu dirawat di rumah sakit. Dengan skenario tersebut dia berharap Setya Novanto bisa mangkir dari pemanggilan KPK.

Tapi dakwaan tersebut langsung dibantah Fredrich dengan mengatakan, jaksa KPK telah membuat rekayasa besar atas kasusnya. “Dakwaan itu dipalsukan,” katanya.

Sebelumnya, MK menolak gugatan uji materi Pasal 79 ayat (3) Undang-undang nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Gugatan ini menyoal legalitas Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK. (Baca: MK Nyatakan Pansus DPR terhadap KPK Sah). (tan/ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *