FSMB Tuding Hakim Anne Rusiana Melanggar Sumpah Jabatan

oleh
Massa FSMB saat menggelar aksi di depan PN Surabaya. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) dan Mahasiswa, kembali menggelar aksi demo di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam tuntutanya, mereka meminta penegak hukum untuk menyeret Tee Teguh Kinarto dan kedua anaknya.

Dalam orasinya massa menyebut jika Tee Teguh Kinarto dan kedua anaknya merupakan dalang intelektual dugaan penipuan pembangunan apartemen fiktif Sipoa Group. Massa juga meminta kepada penegak hukum untuk melakukan pengusutan terhadap acara pernikahan mewah anak kandung hakim Anne Rusiana.

Menurutnya, dalam acara pernikahan mewah anak dari ketua majelis dalam perkara ini, Anne Rusiana diduga kuat di danai oleh Tee Teguh Kinarto.

“Usut pernikahan mewah anak Hakim Anne Rusiana, yang didanai oleh Tee Teguh Kinarto” ungkap massa dalam orasinya.

Tak hanya itu, dalam orasinya juga menyebutkan jika hakim Anne Rusiana telah melanggar sumpah jabatan. Anne yang menyidangkan perkara ini, diduga bersekongkol dengan mafia Sipoa Group.

“Anne Rusiana tidak layak sebagai Hakim. Dia telah melanggar sumpah jabatan dan bersekongkol dengan mafia, yang menjadikan amburadulnya hukum di negeri ini,” tambahnya.

Massa juga menyatakan, bahwa kasus Pasar Turi merupakan pengalihan isu guna menutupi penipuan Apartemen Sipoa dimana sebanyak 28 ribu orang menjadi korban.

“Tee Teguh Kinarto merupakan mantan Direktur PT Gala Bumi Perkasa, yang juga menjadi otak penipuan terhadap pedagang. Dia (Teguh Kinarto) sengaja menutupi dosanya yang lebih besar,” pungkasnya.

Selai melakukan orasi, massa juga membentangkan poster yang bertuliskan ‘Usut tuntas pernikahan mewah anak hakim Anne yang didanai Teguh Kinarto’. Dalam aksi ini, massa juga melakukan aksi blokade jalan Arjuna. Sehingga, kemacetan pun tidak terhindarkan.

Pada sidang sebelumnya, dalam kasus dugaan penggelapan pembelian saham Gala Invesment Joint (GMI-JO) Yusril Ihza Mahendra menolak Anne Rusiana sebagai ketua Majelis Hakim, karena dianggap memiliki kepentingan. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *