Ganjar Akui 37 Instansi di Pemprov Jateng Rawan Pungli

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan sebanyak 37 instansi di pemerintahannya yang rawan terjadi pungli.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan sebanyak 37 instansi di pemerintahannya yang rawan terjadi pungli.

GLOBALINDO.CO. JAKARTA – Aksi pungutan liar dalam pengurusan perijinan terjadi di birokrasi pemerintah tidak hanya pusat namun juga daerah. Kejahatan pungli ini bahkan diduga kuat kerap dilakukan di 37 instansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak menampik hal itu. Ia menyebut 37 instansi bawahannya itu sedang dalam pengawasan ketat karena rawan terjadi pungli.

“Paling banyak yang potensial rawan (pungli) itu ada 37 instansi,” kata Ganjar di kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/10).

Namun ia enggan mengungkap ke-37 instansi tersebut. Ia menyadari masih banyak oknum PNS di lingkungan pemerintahannya dan kabupaten/kota wilayah itu, yang masih menarik pungli saat melayani masyarakat.

“Mereka (PNS) itu dikasih setoran rutin. Itu yang menjadi persoalannya,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Ganjar menyatakan komitmennya untuk memberantas pungutan liar pada layanan masyarakat di kementerian maupun lembaga negara. Presiden Joko Widodo bahkan sampai harus membentuk satuan tugas karena menilai praktik ini lazim terjadi di banyak instansi.

Ganjar datang ke Kemenkumham saat Menteri Yasonna Hamonangan Laoly memberi arahan mengenai pemantapan revolusi mental kepada jajaran eselon 1 sampai 4. Selain memberi arahan, Yasonna juga menerbitkan Intruksi Menkumham terkait pemberantasan praktik pungli.

Mantan Anggota Komisi II DPR RI ini mengaku tengah menyusun langkah dan strategi pemberantasan pungli di lingkungannya.

“Ketika kami di SMA 1 Wonosobo dalam acara gubernur mengajar, ada yang usul, bagaimana kalau pejabat (di Jawa Tengah) yang korupsi diturunkan pangkatnya dan jabatannya jadi cleaning service. Itu saya setuju,” ujarnya. (vin/gbi)

Tags: