Ganjar Pranowo Akui Adanya Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Pimpinan Komisi II DPR RI yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui adanya bagi-bagi duit terkait proyek e-KTP. Aksi bagi-bagi duit e-KTP itu menurut Ganjar dilakukan oleh mantan anggota Komisi II DPR RI, Mustokoweni. Meski mengakui, Ganjar juga menyatakan jika saat itu dia menolaknya.

“Setidaknya saya konfirmasi dari awal, saya tidak terima,” kata Ganjar Pranowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Dalam dakwaan, Ganjar disebut juga menerima uang dari Mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani. Ganjar tak menampik adanya pembagian uang ke anggota DPR RI.

(Baca Juga: Ini Daftar Penerima Duit e-KTP di Dakwaan Jaksa, Novanto dan Anas Terima Total Rp 1,14 T)

“Iya setidaknya ada orang yang kasih saya. Seingat saya dari Mustokoweni, kemudian bu Miryam coba inget-inget lagi, ooh, mungkin dia juga pernah tawari saya, ya,” lanjut dia.

Ganjar membawa sejumlah dokumen untuk persiapan sidang hari ini. Dalam dakwaan, sekira bulan September-Oktober 2010, dilakukan pembagian uang di ruang kerja Mustokoweni di gedung DPR RI.

Pemberian uang dimaksudkan agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan proyek e-KTP.

Pembagian uang berikutnya dilakukan setelah disepakati penambahan anggaran proyek e-KTP pada Agustus 2012.

Miryam meminta uang kepada Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri saat itu, Irman, sebesar Rp 5 miliar.

Uang tersebut kemudian dibagikan ke sejumlah pihak, termasuk Ganjar selaku Wakil Ketua Komisi II. Dalam dakwaan, total uang yang diterima Ganjar sebesar 520.000 ribu dollar AS.(kcm/ziz)