Gara-gara Ikut Demo, 3.000 Karyawan Freeport Dipecat

Para pekerja PT Freeport Indonesia saat menggelar aksi demonstrasi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – PT Freeport Indonesia melakukan aksi pemecatan pada 3.000 karyawannya yang terlibat aksi demonstrasi memperjuangkan nasib dan haknya.

Juru bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan, sekitar 3.000 karyawan yang dinyatakan mengundurkan diri itu lantaran mereka tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas. Sebanyak 3.000-an pekerja itu memilih mogok sejak awal Mei kemarin.

Riza menyatakan, manajemen sudah melakukan negosiasi dan meminta mereka kembali bekerja. Namun imbauan itu tidak dihiraukan sehingga dianggap mengundurkan diri.

(Baca Juga: Demo di Monas, Ratusan Karyawan Freeport Tuntut Pemerintah Tak Ubah Kontrak Karya)

“Data per hari ini sekitar 3.000 pekerja diangap mangkir,” kata Riza di Gedung DPR, kemarin.

Artinya, saat ini Freeport sudah mem PHK 5.000 karyawan. Sebab, sebanyak 2.000 karyawan lainnya masuk dalam program efisiensi yang bergulir sejak Februari lalu. Itu lantaran mereka ada yang mengambil paket pensiun dini dan terkena furlough.

Namun sayangnya Riza tidak membeberkan lebih rinci jumlah pekerja yang pensiun dini dan furlough tersebut.

Aksi mogok yang terjadi itu merupakan buntut dari kebijakan manajemen terkait program furlough. Kebijakan itu terpaksa ditempuh manajemen sejak Februari kemarin lantaran kegiatan produksi Freeport terhenti salah satunya akibat belum mengantongi izin ekspor konsentrat tembaga.

Namun furlough kini sudah dihentikan seiring produksi Freeport kembali normal seiring sudah mengantongi izin ekspor konsentrat sejak akhir April kemarin.(kcm/ziz)

Tags: