Gatot Melawan Balik, Laporkan Pejabat dan Artis Terlibat Jaringan Narkoba

Saling Lapor: Setelah dilaporkan penyanyi Reza Artamevia (kiri) dengan tuduhan penyalahgunaan narkoba, kini Gatot Brajamusti (kanan) yang melaporkan balik mantan murid spritualnya itu dan sejumlah artis lain serta pejabat ke BNN dengan tuduhan terlibat jaringan narkoba.

Saling Lapor: Setelah dilaporkan penyanyi Reza Artamevia (kiri) dengan tuduhan penyalahgunaan narkoba, kini Gatot Brajamusti (kanan) yang melaporkan balik mantan murid spritualnya itu dan sejumlah artis lain serta pejabat ke BNN dengan tuduhan terlibat jaringan narkoba.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Terus disudutkan oleh sejumlah artis dan bekas ‘korban’nya, tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, Gatot Brajamusti balik melawan.Gatot melaporkan sejumlah artis dan pejabat yang dituduh terlibat njaringan pengedar maupun pengguna narkoba ke Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sedikitnya ada 10 nama artis dan pejabat yang dilaporkan Gatot melalui kuasa hukumnya Ahmad Rifai ke BNN. Daftar nama-nama itu diserahkan langsung ke Kepala BNN Budi Waseso.

“Kasus narkoba bukan kasus yang berdiri sendiri, melainkan ada pihak lain yang harus diusut tuntas oleh BNN,” kata Rifai sesaat setelah menemui Budi Waseso pada Kamis (13/10).

Rifai menjelaskan bahwa kliennya dipasok seorang bandar besar. Hanya pihaknya belum bisa memastikan skala jaringan narkoba bandar tersebut.

Menurutnya, jaringan narkoba yang memasok narkoba ke Gatot melibatkan sejumlah pejabat dan artis. Tapi ia enggan membeberkan nama-nama tersebut ke media. Namun nama-nama itu telah diserahkan ke BNN untuk diselidiki.

“Kami tidak mungkin semua obrolan (dengan Budi Waseso) disampaikan ke teman-teman media,” ucap Rifai.

Yang jelas, ia sudah menyerahkan daftar nama tersebut. Pihaknya meminta kepolisian tidak hanya menjerat Gatot, tapi juga harus menelusuri jaringan dan menangkap semua pelaku.

Rifai juga mengomentari upaya penyanyi Reza Artamevia, yang mengaku ditipu Gatot dan melaporkannya ke polisi. Ia berujar, justru Reza yang lebih dulu mengenal sabu ketimbang kliennya.

”Jadi tak mungkin jika selama mengkonsumsi sabu Reza tak tahu itu narkoba,” cetus Rifai.

Ia mencontohkan kasus yang dialami Elma Theana. Kata dia, Elma awalnya tidak tahu apa itu aspat—istilah Gatot menyebut sabu-sabu. Setelah sadar, Elma kemudian meninggalkan padepokan Brajamusti. Tapi Reza justru masih berada di padepokan dan mengkonsumsi sabu.

Kepala BNN Budi Waseso mengatakan pihaknya bakal menyelidiki laporan dari kuasa hukum Gatot itu. Menurut dia, informasi dari Rifai sangat penting untuk ditelusuri lebih dalam. Tapi ia membutuhkan waktu untuk menyelidikinya. (tp/gbi)