Gelapkan Uang Perusahaan, Dua Wanita Ini Diadili

oleh
Dua terdakwa penggelapan saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Staf Accounting Rolly Mauly Artha Tambunan dan bagian administrasi pajak Agnes Sulung Indah Lutfitasari PT Adhikarisma Putrapatama (AP) kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Keduanya didakwa pasal penggelapan dalam jabatan oleh Jaksa penuntut umum (JPU).

Jaksa Penuntut Umum Deddy Arisandi saat membacakan dakwaan mengatakan, jika terdakwa Rolly Mauly Artha Tambunan dan Agnes Sulung Indah Lutfitasari telah menggunakan uang pembayaran tagihan supplier milik PT Adhikarisma Putrapatama senilai Rp. 511.424.320. Perbuatan itu dilakukan tanpa sepengetahuan PT AP Dwi Ruly Ahda.

“Rp. 511juta digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara Mark Up harga pada nota tagihan dan membuat nota tagihan yang sama” ujar Deddy Arisandi saat membacakan dakwaan diruang sidang Garida I PN Surabaya, yang dipimpin Ketua Majjlis Pujo Saksono SH MH, Selasa (4/12/2018).

Perbuatan tersebut dilakukan oleh kedua terdakwa pada bulan Januari hingga April 2017 yang bertempat di kantor PT AP Jalan Raya Pagesangan No. 62 Surabaya.

Setelah berhasil melakukan Mark Up, lanjut Deddy, terdakwa Rolly Mauly lantas merubah nomor dan nama rekening supplier pada Bilyet Giro (BG) dengan nama dan nomor rekening milik terdakwa. Untuk melancarkan aksinya tersebut terdakwa dibantu oleh Agnes Sulung Indah Lutfitasari yang bertugas memalsukan tanda tangan saksi Dwi Ruly Ahda yang notabene Dirut PT AP.

“Atas perbuatan terdakwa diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Tentang Penggelapan Dalam Jabatan,” tukas Deddy

Pada dakwaan JPU dirincikan bahwa Rp. 511 juta dipergunakan oleh terdakwa untuk membayar tagihan kartu credit Bank UOB, Bank Danamon, Bank ANZ, BANK Mega, Bank Bukopin, Bank CIMB Niaga serta transfer ke adik kandung terdakwa yaitu Linda Belina Tambunan Rp. 33 juta. Selain diberikan kepada terdakwa Agnes Sulung Indah Lutfitasari Rp. 90 juta.

Setelah perbuatan kedua terdakwa diketahui oleh saksi Dwi Ruly Ahda selanjutnya terdakwa mengembalikan uang senilai Rp. 132.875.000. Sehingga sisa kerugian PT. AP sejumlah Rp. 378.549.320. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *