Gembong Narkoba Antar Lapas Divonis Mati

oleh
Gembong narkoba pengendali bisnis sabu antar lapas, Hadi Sunaryo alias Yoyok yang divonis hukuman matioleh Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (27/9).
Gembong narkoba pengendali bisnis sabu antar lapas, Hadi Sunaryo alias Yoyok yang divonis hukuman matioleh Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (27/9).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Gembong narkoba Nusakambangan, Hadi Sunaryo alias Yoyok divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (27/9). Yokyok dinyatakan terbukti mengendalikan bisnis sabu dari balik penjara pulau itu.

Tak tanggung-tanggung, Yoyok masih bisa menjalankan bisnis peredaran sabu 22 kilogram selama di Lapas Nusakambangan. Perbuatan terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 114 ayat (2) undang-undang narkotika.

“Memutuskan, menjatuhkan pidana hukuman mati terhadap terdakwa Hadi Sunaryo alias Yoyok,” kata Ketua Majelis Hakim Hariyanto di PN Surabaya, Rabu (27/9).

Atas putusan tersebut, terdakwa Yoyok langsung menyatakan perlawanan. “Saya banding pak hakim,”ujar Yoyok yang langsung disambut ketukan palu Hakim sebagai tanda berahkirnya persidangan.
Sementara, JPU Gusti Putu Karmawan saat dikonfirmasi mengaku belum bisa bersikap atas vonis hakim.”Saya laporkan ke pimpinan,”kata jaksa kelahiran Bali ini.
Usai persidangan, Didik Sungkono selaku penasehat hukum terdakwa Yoyok mengatakan, upaya banding yang dilakukan kliennya adalah sebagai bentuk untuk mencari keadilan. “Wajar kalau langsung bandin, karena klien merasa putusannya kurang adil,”kata Didik Sungkono.

Kasus peredaran narkoba antar lapas yang dikendalikan Yoyok diungkap oleh Satnarkoba Polrestabes Surabaya tahun 2015. Tersangka pertama kali ditangkap adalah Indri di sebuah tempat karaoke kawasan Sedati. Setelah menangkap Indri, polisi kemudian mengembangkan penyidikan hingga ke tempat kos yang tidak jauh dari lokasi penangkapan.

Polisi kembali menangkap Abdul Latif, saat itu Anggota Polsek Sedati, Sidoarjo. Polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 13 kilogram yang sudah dibungkus dan satu poket seberat 9 kilogram.

Narkoba tersebut merupakan sisa dari total 50 kilogram yang diambil dari Yoyok dan jaringannya, Tri Diah Torrisiah alias Susi. Nama terakhir ini merupakan penghubung pertama yang mengenalkan Yoyok kepada Indri Rachmawati  dan Abdul Latif dan istri srrinya. Indri dan Latif juga telah divonis hukuman mati. (sus/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *