Gempa di Perbatasan Iran-Irak Tewaskan 450 Orang, 30 Ribu Bangunan Rusak

Reruntuhan bangunan di Iran pascadihantam gempa.

GLOBALINDO.CO, TEHERAN – Gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter yang melanda wilayah perbatasan Iran-Iran dipastikan menelan korban jiwa sebanyak 450 orang. Selain itu, gempa juga merusakkan 30 ribu bangunan. Otoritas Iran menyatakan telah mengakhiri operasi penyelamatan di area-area terdampak gempa.

Gempa mengguncang desa dan kota yang ada di area pegunungan Provinsi Kermanshah di Iran yang berbatasan dengan Irak pada Minggu (12/11) waktu setempat. Gempa mengguncang saat warga masih terlelap tidur.

“Operasi penyelamatan di Provinsi Kermanshah (bagian barat) telah berakhir,” kata Kepala Layanan Medis Darurat Iran, Pir-Hossein Kolivand seperti dilansir Reuters, Selasa (14/11/2017).

Media Iran berbahasa Inggris, Press TV menyatakan, lebih dari 450 orang tewas akibat gempa bumi itu. Sekitar 7 ribu orang lainnya mengalami luka-luka. Sedikitnya 14 provinsi di Iran terkena dampak gempa. Namun Provinsi Kermanshah menjadi wilayah yang terdampak paling parah.

(Baca Juga: Korban Gempa Iran Tembus 330 Jiwa, 1.700 Orang Luka)

Lebih dari 300 korban tewas berasal dari kawasan Sarpol-e Zahab yang ada di Provinsi Kermanshah, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Irak.

Kerusakan akibat gempa 7,3 SR di wilayah terdampak paling parah, Sarpol-e Zahab, IranKerusakan akibat gempa 7,3 SR di wilayah terdampak paling parah, Sarpol-e Zahab, Iran Foto: REUTERS/Tasnim News Agency

Otoritas Iran menyebut, lebih dari 30 ribu rumah rusak dan sedikitnya dua desa hancur total akibat gempa itu. Rumah-rumah warga Iran kebanyakan menggunakan batu bata yang terbuat dari lumpur atau tanah liat yang mudah ambruk saat gempa kuat melanda.

Ribuan orang berdesak-desakan di kamp-kamp pengungsian, sebagian terpaksa bermalam di area terbuka karena takut akan gempa susulan. Usai gempa 7,3 SR mengguncang pada Minggu (12/11), dilaporkan sekitar 193 gempa susulan melanda area sekitar.

Bulan Sabit Merah Iran menyatakan tenda darurat kini dihuni ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun kurangnya akses ke air bersih dan aliran listrik, serta jalanan yang terblokir akibat gempa, menghambat upaya penyaluran bantuan kemanusiaan.

Sedangkan laporan lain menyebut beberapa pengungsi tidak kebagian tenda. “Sungguh dingin saat malam.. kami butuh bantuan. Kami butuh apapun. Otoritas setempat harus mempercepat penyaluran bantuan,” ucap salah satu pengungsi di Sarpol-e Zahab.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan belasungkawa mendalam untuk para korban. Khamenei juga meminta pemerintah untuk melakukan segenap kemampuan mereka untuk membantu warga yang terdampak. Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani akan mengunjungi wilayah terdampak gempa pada Selasa (14/11) waktu setempat.(dtc/ziz)

Tags: