Gandeng Bank, Kejati Jawa Timur Mulai Selidiki Aliran Dana P2SEM

oleh

Kejati Jawa Timur, Sunarta saat diwawancarai sejumlah media.GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim terus berupaya mengungkap dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) pada 2008. Salah satunya dengan menggandeng pihak bank dalam upaya menelusuri aliran dana.

Ditemui usai acara di Mapolda Jatim, Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Sunarta mengatakan, saat ini pihaknya masih terus menelusuri keterangan dari dr Bagoes Soetjipto. Sebab, dari keterangan dr Bagoes ada nama si A, B, C dan D.

Tapi setelah ditelusuri, bukti pendukung dari keterangan itu tidak ada. Hal itulah, lanjut Sunarta, yang menjadi kesulitan dari penyidik dalam mengungkap kasus P2SEM.

“Ada bukti aliran dana ketiga orang. Makanya kita bekerjasama dengan pihak Bank untuk mengejar bukti transkip transfer tersebut,” kata Kajati Jatim, Sunarta, Selasa (28/8).

Sunarta menambahkan, sesuai laporan dari Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatu Jatim, dalam kasus ini penyidik masih terus melakukan pemeriksaan srajinlah saksi. Namun, Sunarta enggan menyebutkan siapa saja saksi yang sudah diperiksa itu.

Meski demikian, Sunarta meminta penyidik untuk terus berupaya mencari bukti-bukti dalam kasus P2SEM. Sehingga dapat memperjelas siapa pihak yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini.

“Laporan dari Aspidsus masih memeriksa terus. Saya persilahkan dan jangan pernah berhenti mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Disinggung mengenai kecukupan pemeriksaan belasan saksi-saksi anggota DPRD Jatim periode 2004-2009, Sunarta mengaku akan terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Bahkan dari keterangan para saksi yang sudah dipanggil, Sunarta mengaku masih kurang cukup.

Begitu juga saat ditanya terkait temuan tindak pidananya, pria asal Subang, Jawa Barat ini meyakinkan adanya unsur tindak pidananya. Namun pihaknya masih mencari bukti-bukti pendukung lainnya.

“Kalau tindak pidananya pasti ada. Masalahnya bukti pendukungnya minimal dua alat bukti kan harus diperkuat lagi,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, belasan saksi-saksi anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 sudah diperiksa penyidik Pidsus Kejati Jatim. Saksi-saksi yang diperiksa, baik anggota dewan aktif dan non aktif adalah Sudono Sueb (PAN), Achmad Subhan (PKS), Suhandoyo (PDIP).

Selain itu ada Mochamad Arif Junaidi (PKNU), Gatot Sudjito (Golkar), Harbiah Salahudin (Golkar), Ahmad Sufiyaji (PKB), Lambortus Lovis Wajong (Golkar), Masjkur Hasjim (PPP), Islan Gatot Inbata (PDIP), Musyafa’ Noer (PPP), Ja’Far Sodiq (PKB), Farid Alfauzi, dan Afif Subekti staf DPRD Jatim.

Sedangkan dua orang saksi, yakni Suhartono Wijaya (Demokrat) dan Cholili Mugi (PKB) telah meninggal dunia. Dari sejumlah saksi yang merupakan hasil pengembangan pasca tertangkapnya saksi kunci, yakni dr Bagoes Soetjipto. Kejati Jatim belum juga bisa membuat jelas pihak yang harus bertanggungjawab atas mega korupsi ratusan miliar ini. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *