Gerebek Penampungan TKW di Kupang, Polisi Amankan 9 Calon Tenaga Kerja

ilustrasi

ilustrasi

GLOBALINDO.CO, KUPANG – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 17 Oktober 2016 malam lakukan penggrebekan disalah satu tempat penampungan tenaga kerja wanita (TKW) berlokasi di jalan Satarmese, No 31, Perumnas, Kota Kupang.

Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan sebanyak 9 calon tenaga TKW yang akan dikirim tujuan ke Malaysia yang untuk dipekerjakan sebagai Cleaning Service dan Pembantu Rumah Tangga. Mereka telah berada di penampungan tersebut antara satu sampai lima bulan.

Penemuan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus meninggalnya TKW bernama Esbenita Banamtuan pada 22 September 2016 lalu. Esbenita diketahui oleh orang tuanya sedang sekolah di Kecamatan Amabi Oefeto, namun ternyata dia telah dikirim ke Malaysia. “Orang tua kaget tahu-tahu anaknya sudah meninggal di Malaysia,” ujar Kasat Intel Polres Kupang, Ajun Komisaris Marselus Hale kepada wartawan, Selasa 18 Oktober 2016.

Setelah dilakukan pengembangan akhirnya polisi menangkap Petrus da Silva sebagai perekrut TKW tersebut. Dari Petrus diketahui bahwa anak tersebut sempat ditampung di PT Sere Multi Pertiwi cabang Kupang. Dalam penggerebekan tersebut, polisi memeriksa seluruh dokumen calon TKW yang akan diberangkatkan, seperti KTP, KK, dan Paspor.

Dari para calon TKW mengaku akan dijanjikan akan dipekerjakan di Malaysia sebagai cleaning service dan dijanjikan degan gaji sebesar 1.000 ringgit. “Saya direkrut Petrus untuk bekerja di Malaysia sebagai cleaning service dengan gaji 1.000 ringgit,” ujar Emilita Baros, calon TKW yang telah disekap selama 5 bulan.

Kepala cabang PT Sere, Nurohma telah mengaku mengirimkan TKW ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai cleaning service dan pembantu rumah tangga. Namun, dia mengaku sebelum dikirim, mereka diberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). “Mereka akan dipekerjakan di Selangor, Malaysia Barat,” katanya. (tmp/nh)