Gerindra Anggap Marsekal Hadi Belum Layak Gantikan Jenderal Gatot Nurmantyo

oleh
KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang penseiun pada April 2018 nanti.
KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang penseiun pada April 2018 nanti.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Gerindra mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat Marsekal Hadi Tjahjanto  sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensium April 2018 nanti. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai sosok Marsekal Hadi Tjahjanto tidak layak menakhodai TNI karena minim prestasi.

Menurut Muzani, Marsekal Hadi sepanjang karirinya di TNI tidak pernah mengukir prestasi yang menonjol. Apalgi, ia belum lama menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).

“Saya kira beliau belum terlalu lama jabatannya di situ (KSAU). Menurut saya tak ada prestasi yang luar biasa, tak ada juga ide-ide yang luar biasa, tapi sebagai seorang prajurit beliau cukup baik,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12). Namun, Muzani menilai selama berkiprah menjadi perwira tinggi, Hadi memiliki kemampuan yang cukup baik.

Makanya, kata Muzani, sangat tepat apabila Komisi I DPR memberi banyak catatan saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada mantan Sekretaris Militer tersebut. Sebab, pekerjaan yang akan diemban oleh Hadi sebagai Panglima TNI akan sangat strategis dan kebanyakan berkaitan dengan khalayak luas.

Muzani berpendapat, terpenting bagi perwira yang menduduki kursi Panglima TNI adalah mempunyai loyalitas tinggi kepada bangsa dan negara. Pembuktian itu harus ditunjukkan oleh Hadi saat uji kelayakan dan kepatutan yang akan digelar pada Rabu (6/12) besok.

“Sehingga Panglima itu sangat penting dan sangat strategis, karena itu kami besok akan melakukan, mendengar, mencermati, memperdalam atas apa dan bagaimana pandangan beliau. Dari situ kita mengambil sikap,” ujar anggota Komisi I DPR ini.

Ketua Fraksi Gerindra itu sejatinya tak mempermasalahkan dengan penunjukan Marsekal Hadi sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo. Karena penunjukan Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden.

“Buat kami siapa pun yang ditunjuk tak ada masalah, itu hak prerogatif presiden. Apakah itu orang yang sangat dekat, orang yang sangat jauh, silakan saja. Karena pada akhirnya loyalitas itu pada bangsa dan negara. Dan kami akan buktikan besok dari pandangan-pandangan beliau,” ujarnya.

Marsekal Hadi menjabat sebagai Kasau pada 18 Januari 2017 menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang memasuki masa pensiun. Sebelum menjabat sebagai Kasau, Hadi menjabat sebagai Irjen Kemenhan hanya beberapa bulan sebelum dipilih menjadi Kasau.

Marsekal Hadi dikenal punya hubungan cukup dekat dengan Presiden Jokowi. Hubungan itu mulai terjalin sejak Jokowi menjadi Walikota Solo dan Marsekal Hadi menjabat Komandan Lapangan udara (Danlanud) Solo.

Hubungan mereka semakin akrab saat Marsekal Hadi masuk di lingkaran istana dengan menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden pada kurun 2015-2016.  (med/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *