Gerindra Hampir Mati Langkah di Pilgub Jatim

Sekretaris Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad Anwar Sadad dan Manajer Persebaya Surabaya Azrul Ananda.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Partai Gerindra seperti kehabisan langkah untuk mendapatkan figur calon Gubernur dan Cawagub Jatim 2018 yang mampu bersaing dengan pasangan kandidat yang sudah lebih dulu diuusung parpol lain, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Azwar Anas dan Khfoifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak. Baru-baru ini, elit Gerindra Jatim mendekati Azrul Ananda, presiden klub Persebaya Surabaya sekaligus putra mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sekretaris Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad membenarkan bahwa pihaknya bertemu dengan Azrul Ananda pada Senin (4/12). Tetapi Anwar menyatakan, pertemuan itu bukan untuk meminang Azrul sebagai cagub atau cawagub, melainkan hanya bertukar pendapat soal masa depan Jatim.

“Lebih tepatnya berdiskusi soal Jatim ke depan,” kata Anwar Sadad saat dikonfirmasi, Rabu (6/12).

Anwar menilai, Azrul Ananda adalah sosok muda yang kaya prestasi. Selain berhasil membawa Persebaya sebagai juara di Liga 2 Sepak Bola Indonesia, Azrul juga berhasil membumikan olahraga basket di kalangan pemuda Surabaya.

“Namanya juga masuk di survei internal kami sebagai calon pemimpin Jatim selain Emil Dardak dan Agus Harimurti Yudhoyono,” ucap Anwar.

Partai Gerindra, lanjut Anwar, sepakat pada satu titik bahwa politik itu seharusnya menyenangkan, penuh gagasan yang menggairahkan, bukan saling serang, saling ejek, apalagi perang fatwa. “Karena itu, kami memburu figur-figur yang fresh seperti Azrul Ananda,” jelasnya.

Hingga hari ini, Partai Gerindra belum menentukan sikap politiknya untuk Pilkada Jatim 2018. Partai pimpinan Prabowo Subianto ini membentuk poros baru dengan PAN dan PKS untuk mengusung kandidat alternatif penantang pasangan calon yang sudah ada, Gus-Ipul Azwar Anas dan Khofifah-Emil.

Tetapi manuver Gerindra ini tak berjalan mulus. Selain tak menemukan kandidat tepat, poros baru Gerindra juga mulaiu keropos menyusul sikap PAN dan PKS yang mulai beringsut mundur dan memilih pasangan calon yang sudah ada. (Baca juga: Poros Gerindra  Gentar Hadapi Gus Ipul dan Khofifah). (kc/bmb)