Gerindra-PDIP Siap Mengulang Kesuksesan Menumbangkan Petahana Gubernur DKI Jakarta

gerindra pdipGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Gerindra dan PDIP menyatakan siap mengulang kesuksesan dalam memenangkan Pilkada DKI Jakarta dengan menumbangkan calon petahana. Pernyataan itu mencuat usai pertemuan petinggi dua partai, Gerindra dan PDIP Jakarta di di Jalan Tebet Raya, kemarin.

Pertemuan ini merupakan pertama kalinya terkait dengan Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan awal bahwa kedua partai akan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur melalui jalur partai politik.

“Kita mendapatkan titik temu yang sangat mendasar bahwa pemegang amanat UU adalah partai politik sebagai tempat rekrutmen dan pasok memasok kader,” kata Pelaksana tugas Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Bambang Dwi Hartono.

Bambang mengatakan, partai politik memiliki peran untuk memasok kader terbaik. Kader partai, kata Bambang, sedianya menempati jajaran legislatif maupun eksekutif.

“Jadi sangat lucu kalau partai politik punya tanggung jawab itu lalu kemudian malah mengabaikan dan menyerahkan kepada perseorangan. Walau memang MK membuka pintu legal untuk itu,” ujar Bambang.

Terkait Pilkada DKI 2017, Bambang tak menampik kemungkinan PDIP dan Gerindra kembali mesra. Ia pun mencontohkan kerjasama kedua partai pada pilkada serentak 2015. Saat itu, PDIP berkoalisi dengan Gerindra dan menang di 36 daerah.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik menambahkan, bukan tidak mungkin Partai Gerindra dan PDIP akan mengulang kemenangan di Pilkada DKI 2017.

PDIP dan Gerindra di Jakarta, kata Taufik, akan menambah panjang daftar kemenangan dalam Pilkada DKI selanjutnya.

“Kan tadi baru 36 kali menang. Di tahun 2017, kemenangan Gerindra dan PDIP tambah satu jadi 37 kali,” ujar Taufik.

Bambang juga berbicara mengenai peluang calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung nanti jika berhadapan dengan bakal calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bambang mengatakan, PDIP sudah memiliki data terkait peluang petahana jika dilihat dalam praktik pilkada serentak 2015 lalu.

“Data kami, incumbent (petahana) di pilkada serentak 2015, yang menang kembali hanya 60 persen. Jangan merasa karena incumbent punya peluang menang, lau benar-benar menang,” ujar Bambang.

Ia menyampaikan, PDIP tak gentar meskipun Basuki alias Ahok memiliki tingkat elektabilitas tinggi berdasarkan hasil sejumlah survei.

Bambang kemudian mengingatkan kemenangan PDIP dalam Pilkada DKI 2012 lalu. Ketika itu, PDIP bersama Gerindra mampu mengalahkan petahan yang memiliki elektabilitas tinggi.

“Jadi kita enggak pernah takut dengan incumbent yang elektabilitasnya tinggi,” ujar Bambang.

Taufik juga mengaku tidak khawatir apabila calon gubernur dan wakil gubernur, yang diusung partai, harus berhadapan dengan Ahok.

Apalagi, jika Partai Gerindra sudah resmi berkoalisi dengan PDIP nantinya.

Taufik mengatakan bahwa ia dan partai lain tidak mengkhawatirkan elektabilitas Ahok.

Ia juga mengungkit pengalaman Partai Gerindra dan PDIP yang pernah menang melawan petahana pada Pilkada DKI 2012.

“Gerindra dan PDIP punya pengalaman untuk mengolah cagub dari nol sampai menang,” ujar Taufik.(kcm/ziz)