Golkar Masuk, Hanura Was-Was Jatah Menteri Dipangkas

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Hanura mulai resah dengan keputusan Partai Golkar mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Merasa terancam, partai pimpinan Wiranto ini meminta Presiden Jokori tidak memangkas jatah menterinya di Kabinet Kerja.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Dadang Rusdiana, menyadari masuknya Golkar bisa memunculkan potensi perombakan kabinet atau reshuffle. Oleh karena itu, Dadang berharap Presiden Jokowi tidak melupakan partai-partai yang lebih dulu mendukung saat pilpres 2014 lalu.

“Harusnya kan yang lama terus terpelihara dengan baik tanpa ada pengurangan jatah di kabinetnya. Ketika Golkar datang, berikan kursi, tapi tidak mengurangi jatah parpol. Biarkan mengurangi yang selama ini diduduki oleh kaum profesional,” ujar Dadang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Rabu (18/5).

Pihaknya tak mau jatah menteri dari Hanura di kabinet berkurang. Yang terpenting, lanjutnya, Presiden Jokowi tidak membuat sakit hati partai pendukung lamanya.

“Yang penting (jatah Hanura) tidak berkurang saja. Tambah boleh. Hehehe… Tapi kalau berkurang kan, nah ini kan berarti kita tidak bijaksana. Walaupun itu (hak) prerogatif,” kata Dadang.
menyambut baik bergabungnya Partai Golkar di Pemerintahan Jokowi-JK.

Namun demikian, Dadang mengatakan, partainya tetap menambut baik bergabungnya Golkar ke koalisi pendukung pemerintah. Sebab menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan dukungan.

“Ini sebagai modal kuat bagi Pemerintah Jokowi untuk menjalankan platform politiknya, program-program pemerintahannya. Dengan bergabungnya Golkar, semakin mempercepat proses pencapaian tujuan atau target-target pemerintah,” ujar Dadang. (vin/gbi)