Guru Spiritual Reza Artamevia Didakwa Hukuman Mati

Gatot Brajamusti menjalani sidang perdana kasus kepemilikan satwa langka dan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri Jaksel, Selasa (10/10).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Guru spiritual sejumlah selebritis, Gatot Brajamusti diancam hukuman mati dalam dakwaan pasal berlapis. Ancaman hukuman mati itu dibacakan jaksa pada sidang perdana kasus kepemilikan satwa langka dan senjata api  illegal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/10).

“Dengan sengaja dan melawan hukum menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa Gatot Brajamusti alias AA Gatot,” kata JPU Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Hadiman saat membacakan dakwaan, Selasa (10/10).

Ancaman hukuman tersebut sesuai dakwaan jaksa Pasal 21 Ayat 2 huruf b jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Dua dakwaan lain untuk Gatot Brajamusti berasal dari kasus kepemilikan senjata api ilegal. Dalam masalah ini, Gatot didakwa melanggar Pasal 1 Ayat 1 dan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun1951 tentang Senjata Api dan Amunisi Ilegal.

“Perbuatan terdakwa Gatot Brajamusti alias AA Gatot diatur dan diancam dengan pidana berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang nomor 12/Drt/1951,” ucap Hadiman.

“Perbuatan terdakwa Gatot Brajamusti alias AA Gatot diatur dan diancam dengan pidana berdasarkan Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang nomor 12/Drt/1951,” tambahnya.

Dengan adanya tiga dakwaan tersebut, harapan guru spiritual Reza Arthamevia untuk menghirup udara bebas kian su‎lit terwujud. Pasalnya, Gatot Brajamusti bakal menghadapi konsekuensi dari hukuman penjara 20 tahun, seumur hidup hingga hukuman mati sesuai dengan bunyi Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951.

“Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, memiliki persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.”

Dalam BAP, Gatot Brajamusti mengaku memperoleh Harimau Sumatera dari Ustaz Guntur Bumi. Harimau Sumatera yang sudah dikeraskan itu diakui Gatot Brajamusti sebagai hadiah ulang tahunnya pada 2011 lalu.

“Sesuai dengan BAP, dia (Gatot) mengaku dapat itu dari Ustaz Guntur Bumi. Katanya hadiah ulang tahun dari Ustaz Guntur Bumi pada 2011,” ungkap JPU Hadiman usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Namun, pernyataan Gatot Brajamusti itu sudah dibantah oleh Ustaz Guntur Bumi. Dalam surat dakwaan, Ustaz Guntur Bumi mengaku belum mengenal Gatot Brajamusti pada 2011. Suami Puput Melati itu baru mengenal Gatot Brajamusti dua tahun setelahnya.

“Ustaz Guntur Bumi ditanya sama penguji enggak ada. Dalam dakwaan dia baru kenal Gatot pada 2013 saat main ke rumahnya,” ucap Hadiman. (lip/mun)