Gus Ipul Jualan ‘Dik Dilan’, Khofifah Janji Lestarikan Budaya

oleh
Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa disambut seni Reog dalam kampanyenya di Ponorogo, kemarin.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kampanye dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur mulai menjual berbagai kreasi program. Duet Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mengunggulkan program pendidikan gratis yang disebut ‘Dik Dilan’.

‘Dik Dilan’ merupakan singkatan dari Pendidikan Gratis Berkelanjutan yang tercantum dalam 5 program unggulan yang ditawarkan pasangan Gus Ipul-Puti. Nama program ini terinspirasi dari salah satu judul film yang sedang booming di kalangan anak muda, Dilan.

Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Soekarno menjelaskan, Dik Dilan adalah upaya mengembalikan pendidikan gratis SMA/SMK yang oleh UU 23 Tahun 2014 kewenangannya diberikan kepada pemerintah provinsi.

“Pendidikan SMA/SMK akan digratiskan lagi. Dana yang dialokasikan Rp 1,4 triliun setiap tahun,” kata, Hikmah Bafaqih, Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Senin (12/2). Dana sebesar itu untuk menanggung biaya operasional dan SPP yang dihitung per siswa.

“Untuk siswa dari keluarga miskin, yang ditanggung biaya transportasi, peralatan sekolah, pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masing-masing daerah,” tambahnya.

Selain Dik Dilan, 4 program utama yang dijanjikan adalah Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), dan Madrasah Diniyah (Madin) Plus Berkelanjutan. Madin plus berkelanjutan bentuk programnya seperti insentif guru Madin yang lebih besar dari sebelumnya, serta bantuan sarana prasarana yang diberikan berbasis jumlah siswa yang dilayani.

“Kita ingin agar pendidikan Madin semakin mapan dalam memberikan kontribusi bagi meningkatnya kualitas pendidikan agama dan akhlak generasi muda,” pungkasnya.

Sementara pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak akan mengembangkan keunikan dan keunggulan budaya lokal setiap daerah di Jatim. Apalagi produk kebudayaan yang sudah menjadi ikon Jatim dan diakui dunia internasional.

Salah satu budaya yang harus dilestarikan adalah kesenian Reog Ponorogo yang sudah mendunia.

“Ini menurut saya sudah harus jadi cagar budaya, dari sisi historis kelahiran bagaiaman Reog sudah menjadi sebuah produk,” kata Khofifah di Ponorogo, kemarin.

Khofifah banyak menampung aspirasi masyarakat saat berkampanye di Ponorogo, kemarin. Kedatangan Khofifah dan rombongan disambut dua singa Barongan, kuda kumping lengkap dengan tarian khas Reog Bantarangin, desa Somoroto, Ponorogo.

“Wisata alam ada, kuliner ada, religius ada, budaya ada. Bagaimana iti dijadikan satu kesatuan paket wisata, misalnya wonderful Ponorogo. Amazing Ponorogo,” ujar Khofifah.

Khofifah menyebutkan akan memprioritaskan 51 titik wisata di Jawa Timur. Termasuk membangun infrastruktur demi kemudahan masyarakat untuk akses menuju poin wisata tersebut.

“Melestarikannya menjadi penting, memperhatikan senimannya. Menjadi penting antara produk seni dan seniman. Antara produk Budaya da budayawan harus menjadi satuan yang keterkaitan,” tuturnya.

Komitmen Khofifah mengembangkan budaya tercantum dalam Nawa Bhakti Satya ke-9, Jatim Harmoni. Poin tersebut menegaskan pasangan Khofifah akan memperhatikan budaya lokal dengan membangun akses dan memberdayakan masyarakat lokal.

Sebelumnya, sesepuh budayawan Reog Ponorogo memberi dukungan kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak di Pilgub 2018. Menurut para Budayawan, Khofifah mampu melestarikan tradisi budaya Reog Ponorogo.

“Kami dari Batarangin titip Reog Ponorogo selalu menjadi acuan nilai luhur yang kita apliasikan. Dari keluarga Bantarangin kami ucapkan terima kasih sudah Rawuh ke sini,” ucap Tobroni saat sambutan.

Sesepuh desa Somoroto itu meminta Khofifah kelak memperhatikan nasib budaya reog. Tobroni meminta Khofifah menginisiasikan Ponorogo jadi kota wisata.

“Saya ini bu sudah tua. Saya kepingin saya terus berdoa mudah-mudahan ibu Khofifah berhasil. Lalu nanti yang dulu dicanangkan Bupati saya Soebarkah Potra Hadiwirjo mudah-mudahan punya daerah wisata. Hanya itu harpan saya. Semuanya berdoa mudah-mudahan bu Khofifah mendapat kemurahan Tuhan,” ucapnya.

Tobroni menuturkan sejak lama menjadi jemaah Nahdlatul Ulama. Dia yakin kali ini Khofifah sukses jadi Gubernur Jawa Timur.

“Mudah-mudahan. Saya itu sudah tua dari tahun 1955 saya sudah ikut pilih partai Nahdlatul Ulama bu. Untuk kali ini, kalau seluruhnya kompak dan tidak dizalimi lagi, Bu Khofifah Insyaallah jadi,” tuturnya. (kc/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *