Hadiri Hajatan, 42 Warga Malang Keracunan Nasi Bali Telor

oleh
Petugas kepolisian dan aparat Pemda saat menangani kasus keracunan di Malang.

GLOBALINDO.CO, MALANG – Prosesi hajatan sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi kegembiraan tiba-tiba berubah menjadi bencana. Setidaknya hal itu dirasakan warga Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Sedikitnya 42 warga mengalami keracunan usai mengonsumsi nasi bali telor dalam hajatan itu.

“Jumlah korban sebanyak 42 orang, sekarang tinggal 16 masih dirawat. Semoga hari ini segera bisa pulang,” kata Kapolsek Wonosari, AKP Triwik, Jumat (27/10/2017).

Semua korban merupakan warga Desa Plandi, Kecamatan Wonosari itu mengalami mual dan diare. Sehingga menyebabkan kondisi kesehatan mereka menurun dratis dan harus menjalani perawatan, termasuk 16 korban masih dirawat hingga hari ini.

(Baca Juga: Purbalingga Diserang Keracunan Makanan Massal, 78 Warga Dirawat)

“Semua lemas karena muntah dan diare. Kami duga kuat akibat makanan bali telor yang dikonsumsi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sebelum kejadian para korban menghadiri hajatan yang digelar di kediaman Suhartini, warga setempat. Dalam acara itu, warga diberi makanan dalam kardus untuk dibawa pulang, Minggu (22/10). Salah satu menunya, adalah bali telor, yang diduga menyebabkan para korban keracunan.

“Satu per satu warga yang mengonsumsi berkat atau makanan di dalam kardus itu mengalami muntah dan diare. Mereka kemudian dibawa ke puskesmas terdekat. Karena banyaknya korban, beberapa pasien lain dibawa ke rumah sakit,” terang Triwik.

Kapolsek mengaku, peristiwa ini merupakan musibah sehingga pihaknya berharap korban masih dirawat segera cepat pulih dan bisa kembali pulang ke rumahnya.

“Ini musibah, semoga korban masih di rumah sakit bisa segera pulang,” harapnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *