Hadirkan Saksi Korban, Mantan Dirut Sekar Kedaton Nusantara Semakin Terpojok

oleh
Lingga Wati saat dihadirkan sebagai saksi di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO – SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim, Sudjajanto mengahadirkan dua saksi atas kasus penipuan yang dilakukan oleh terdakwa Afrianda Asmaradian, Eks Direktur Utama PT. Sekar Kedaton Nusantara (SKN).

Pada kesaksianya, saksi korban menyebut telah ditipu Rp. 1,2 miliar dengan modus kejar termin proyek RSIA MERR yang pada saat itu dikerjakan oleh terdakwa.

“Saya diperlihatkan dokumen proyek yang sedang dikerjakanya. Dia juga bilang, kalau tahap awal proyek tidak selesai, termin tidak keluar” ujar saksi korban, Lingga Wati di hadapan majlis hakim yang dipimpin Ketua Majlis Unggul Warso Mukti, Rabu (21/2)

Dalam keterangan lain, saksi korban juga mengaku jika uang senilai Rp. 1,2 miliar sebagian dari hasil pinjaman dari sertifikat tanah sebagai jaminan Bank. Akibat tidak ada kejelasan dari terdakwa untuk pengembalian pinjaman, saksi korban mengaku terpaksa menjual rumah pribadinya untuk melunasi hutang di Bank.

“Uang belum kembali, uang yang saya pinjamkan kepada terdakwa sebagian dari hasil pinjaman, untuk melunasi pinjaman terpaksa saya jual rumah,” jelasnya.

Saksi korban menambahkan, jika uang Rp. 1,2 miliar ditransfer secara berkala ke Nomor Rekening milik saksi Hartono Wibowo yang pada saat itu sebagai karyawan PT. Sekar Kedaton Nusantara (SKN).

“Sebelum saya transfer ke nomor rekening itu saya sudah konfirmasi kepada terdakwa Afrianda, uang itu saya transfer ke Nomor Rekening Bowo sebanyak 9 kali transfer” ujarnya.

Di akhir persidangan, saksi korban malalui majlis hakim meminta JPU untuk memutar rekaman suara pada persidangan pekan depan terkait perkara penipuan yang telah merugikan saksi korban, Lingga Wati senilai total Rp. 1,2 milar.

Perlu diketahui bahwa terdakwa melalui karyawan PT. Sekar Kedaton Nusantara, Yayak Gunawan, Fanani dan Hartono Wibowo yang telah diperintahkan terdakwa untuk mencari dana pinjaman pribadi yang digunakan untuk membayar hutang Suplier Proyek dan biaya Operasional Kantor serta gaji karyawan PT. Sekar Kedaton Nusantara.

Setelah ketiga karyawan itu selesai melaksanakan pekerjaanya dari bantuan pihak ketiga yaitu saksi korban, Lingga Wati ternyata terdakwa tidak bersedia mengembalikan dana pinjaman tersebut. Alhasil pihak ketiga yaitu Lingga Wati telah dirugikan senilai Rp. 1,2 miliar.

Pada dakwaan, perbuatan terdakwa Afrianda Asmaradian diatur dan diancam pidana sesuai pasal 378 KUHP Tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (Adi/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *