Hajatan Pernikahan di Blitar Berakhir Tragis, 36 Warga Tumbang Keracunan

oleh
Warga Blitar dirawat akibat keracunan makanan hajatan pernikahan.

GLOBALINDO.CO, BLITAR – Sebuah hajatan pernikahan yang digelar warga Blitar berakhir tragis. Pasca menyantap hidangan, sedikitnya 36 orang tumbang keracunan. Puluhan warga ini langsung dirawat di Puskesmas Doko. Bahkan, 2 di antaranya harus dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi karena kondisinya makin parah.

Puluhan warga Dusun Jatiroto, Desa Slorok, Doko, Blitar ini lemas karena mengalami diare dan muntah-muntah usai menyantap makanan hajatan pernikahan.

Menurut penuturan Priyoto (42), salah satu warga, tadi malam dirinya bersama beberapa warga mendatangi hajatan pernikahan dan membawa bungkusan berisi nasi dan masakan daging kambing.

“Sampai rumah lalu dimakan sama anak saya, Sahrul Wahyu Wiyono (9). Tapi sejak bangun tidur tadi, bolak-balik buang air besar sampai lemas,” kata Priyoto saat menunggu anaknya dirawat di Puskesmas Doko, Kamis (15/2/2018).

(Baca Juga: Hadiri Hajatan, 42 Warga Malang Keracunan Nasi Bali Telor)

Melihat kondisi anaknya makin parah dan lemas, Priyoto membawanya ke Puskesmas Doko. Rupanya, dia sudah menjumpai warga lain yang dirawat dengan keluhan sama. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Doko.

Dari 34 warga yang dirawat di Puskesmas Doko ternyata tak hanya anak-anak yang mendapat perawatan. Namun beberapa remaja dan orang tua juga mengalami keluhan sama. Bahkan salah satu warga, Bakir (78) harus dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo karena kondisinya semakin melemah.

“Kalau dilihat dari keluhan mereka, seperti mual, muntah, diare dan demam diperkirakan mereka mengalami keracunan akibat makanan tercemar,” jelas Kepala Puskesmas Doko, dr Yudia Supradini.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, polisi telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium Dinkes Kabupaten Blitar.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *