Hakim Kusno Gugurkan Praperadilan Kusno

oleh
Hakim Kusno yang menyidangkan gugatan praperadilan Setya Novanto melawan KPK.
Hakim Kusno yang menangani gugatan praperadilan Setya Novanto melawan KPK.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Hakim tunggal Kusno akhirnya menggugurkan gugatan praperadilan Setya Novanto atas status tersangkanya dalam perkara dugaan korupsi megaproyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hakim Kusno menyatakan, penetapan tersangka terhadap Novanto untuk kedua kalinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinyatakan sah.

“Menyatakan, praperadilan Setya Novanto yang diajukan oleh pemohon, gugur,” kata Hakim Kusno saat membacakan putusan di ruang sidang utama di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis siang (14/12).

Keputusan Kusno mengacu pada Pasal 82 ayat 1 huruf d Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pasal itu berbunyi: dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur.

Pasal tersebut sempat diuji Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2015 lalu dan diputus dengan nomor 102/PUU-XIII/2015 yang berbunyi :

“Menyatakan Pasal 82 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang frasa suatu perkara sudah mulai diperiksa tidak dimaknai permintaan praperadilan gugur ketika pokok perkara telah dilimpahkan dan telah dimulai sidang pertama terhadap pokok perkara atas nama terdakwa/pemohon praperadilan.”

Selain itu, hakim Kusno menolak seluruh eksepsi dari pemohon. Hakim juga memerintahkan untuk melanjutkan perkara yang menjerat Novanto.

“Menghukum pemohon untuk membayar biaya perkara sebesar nihil,” ujarnya. (ant/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *