Hakim Tipikor Pasang Tarif Rp 1 M untuk Bebaskan Koruptor

2-3_pelantikan-wkpn-purba-012014GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan jika Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Janner Purba memasang tarif Rp 1 Miliar untuk vonis bebas pada tersangka korupsi.

“Rp 1 miliar. Itu untuk putusan bebas,” kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati kepada wartawan, Selasa (31/5/2016).

Seperti diketahui, Janner Purba dibekuk KPK dengan bukti Rp 650 juta. Uang itu sebagai kompensasi vonis bebas dua terdakwa korupsi Edy Santoni dan Syafei Syarif. KPK membekuk Janner sehari sebelum putusan dibacakan.

Sebagai uang muka, kedua terdakwa menyetor Rp 500 juta. Dilanjutkan menyetor Rp 150 juta pada Senin (23/5/2016). KPK yang mengendus ada kejanggalan membekuk Janner dan Toton pada Senin sore. Aksi KPK itu menangkal rencana jahat mereka yang akan memvonis bebas Edy dan Syafei pada Selasa (24/5/2016).

Janner dan Toton kini meringkuk di sel tahanan KPK. Janner dan Toton menambah panjang daftar hakim pengadilan Tipikor yang terseret korupsi. Hakim Tipikor yang sejatinya menjadi punggawa pemberantasan korupsi, malah ikut terseret korupsi.

Tujuh hakim yang terseret korupsi adalah Hakim Pragsono dihukum 11 tahun penjara, Hakim Kartini dihukum 10 tahun penjara, Hakim Asmadinata dihukum 10 tahun penjara, Hakim Heru Kisbandono dihukum 8 tahun penjara, Hakim Setyabudi Tejocahyono dihukum 12 tahun penjara, Hakim Ramlan Comel dihukum 7 tahun penjara, dan Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Bandung Pasti Serefina Sinaga dihukum 4 tahun penjara.(dtc/ziz)