Hakim Tolak Eksepsi Eduard Rudi Soal Kasus Penipuan dan Penggelapan

oleh
Eduard Rudi saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Eduard Rudi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/10/2018). Pada agenda putusan sela kali ini, Majelis hakim menolak dalil-dalil eksepsi dari penasehat hukum terdakwa.

Dalil-dalil eksepsi yang ditolak majelis hakim terkait pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nur Rochman, yakni Pasal 372 dan pasal 378 KUHPidana Tentang Penipuan dan Penggelapan Lelang rumah dikawasan Pakuwon, Surabaya senilai Rp. 3.900.000.000 (Tiga miliar sembilan ratus juta rupiah).

Tak hanya itu, Ketua Majelis (KM), Maxi Sigarlaxi SH MH saat membacakan putusan sela terkait eksepsi dari penasehat hukum terdakwa Eduard Rudi memerintahkan JPU agar melanjutkan persidangan dengan mendatangkan saksi pelapor pada persidangan mendatang.

“Eksepsi terdakwa tidak dapat diterima dan memerintahkan JPU untuk melanjutkan persidangan pada hari Rabu Tanggal 10 dengan menghadirkan saksi pelapor” ujar Maxi Sigarlaxi saat membacakan putusan sela diruang Sari II PN Surabaya.

Perlu diketahui, kasus ini bermula pada saat saksi Pelapor Dian Sanjaya menyerahkan duit sebesar Rp. 3.900.000.000 (Tiga miliar sembilan ratus juta rupiah) yang digunakan untuk mengikuti lelang rumah di kawasan Pakuwon, Surabaya.

Sampai batas waktu yang ditentukan dalam perjanjian kerjasama ternyata rumah tidak terbeli. Setelah uang tersebut ditanyakan saksi korban Dian Sanjaya jawabnya berbelit-belit seakan enggan mengembalikan uang milik saksi korban.

Mengetahui jawaban berbelit-belit tersebut, pihak korban mengambil langkah cepat dengan melaporkanya ke Mapolda Jatim terkait tipu gelap yang dilakukan terdakwa.

Mengetahui hal tersebut, terdakwa beserta saksi korban Dian Sanjaya sempat dilakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut, terdakwa Eduard Rudi mengembalikan duit yang diserahkan kepada saksi korban sebesar Rp. 3.590.000.000 (Tiga miliar lima ratus sembilan puluh juta rupiah) dari nominal Rp. 3.900.000.000 (Tiga miliar sembilan ratus juta rupiah).

Dari nominal tersebut, terdakwa Eduard Rudi memiliki kekurangan pengembalian kepada saksi korban sebesar Rp. 310. 000.000 (Tiga ratus juta rupiah). Akibat kekurangan belum dibayarkan, pihak korban memperkarakanya hingga bergulir ke persidangan. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *