Hakim Tolak Praperadilan Buni Yani

No comment 113 views

Praperadilan Kandas: Tersangka kasus penyebar informasi ujaran kebencian, Buni Yani (dua dari kanan) gagal memenangkan gugatan praperadilan melawan Polda Metro Jaya.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Hakim tunggal Sutiyono, menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan penyebar informasi ujaran kebencian, Buni Yani. Hakim menyatakan, penetapan Buni sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, sah dana proses hukum tetap harus dilanjutkan.

“Mengadili, menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata hakim tunggal praperadilan Sutiyono saat membacakan amar putusan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Rabu (21/12).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan pemohon tak bisa membuktikan dalil mereka yang menyatakan penetapan tersangka dan penangkapan yang dilakukan kepolisian tak sesuai prosedur. Selain itu, dalil permohonan sudah memasuki pokok perkara, sehingga mesti dibuktikan di persidangan.

Hakim Sutiyono menyebut penetapan tersangka Buni Yani sah, karena didukung tiga bukti permulaan. Yaitu bukti video yang diunggah di akun Facebook, keterangan saksi, serta ahli.

Terkait penangkapan, dianggap sah karena tindakan ini didukung surat perintah resmi, yang ditanda tangani Direktur Reserse Kriminal Khusus. Selain itu, Buni juga diwajibkan membayar pokok perkara.

“Menghukum pemohon membayar biaya perkara sebesar nihil,” ujarhakim Sutiyono.

Sebelumnya, Buni mengajukan permohonan praperadilan, karena keberatan dengan penetapan status tersangka dan penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya.

Tindakan itu dilakukan karena Buni diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan.

Buni pun dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (vin/gbi)