Halangi Penggusuran, Warga Kulon Progo Salat di Tengah Jalan

Warga Kulon Progo salat di tengah jalan menghalangi penggusuran.

GLOBALINDO.CO, YOGYAKARTA – Upaya penggusuran yang dilakukan petugas gabungan sebagai bagian dari proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendapat perlawanan sengit dari warga. Sejumlah warga menggelar salat berjamaah di tengah jalan sebagai bentuk penghalangan laju alat berat yang bakal menggusur pemukiman warga. Aksi ini digelar di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Senin (4/12/2017).

Massa warga terlihat menutup ruas Jalan Deandels di Desa Glagah dan Palihan. Selain berorasi secara bergantian menyuarakan penolakan pembangunan bandara, massa juga salat sunnah dan berdzikir bersama di tengah jalan.

“Mari kita salat sunnah dua rakaat dulu, dilanjutkan berdzikir, semoga aksi kita dilindungi,” kata salah seorang massa.

(Baca Juga: Warga Kulon Progo Yogyakarta Tolak Pembangunan Bandara, Halangi Penggusuran)

PT Angkasa Pura I hari ini melanjutkan proses land clearing atau perobohan rumah-rumah warga terdampak proyek NYIA. Dari 48 rumah warga, yang telah dieksekusi sebanyak 14 rumah. Hari ini direncanakan perobohan terhadap rumah selebihnya yang kondisinya sudah dikosongkan oleh penghuni.

Dalam proses land clearing tampak dikawal ketat oleh ratusan personel gabungan dari unsur polisi, TNI, Satpol PP, dan TP4D kejaksaan. Meskipun mendapat perlawanan dari warga, pembongkaran paksa tetap berlangsung oleh petugas.

“Saya kira Pak Kapolres sudah jelas, semoga proses ini lancar. Yang ingin menyuarakan pendapat silakan,” kata Project Manager Kantor Proyek NYIA, Sujiastono.(dtc/ziz)