Halimah Yacob Jadi Presiden Singapura Tanpa Coblosan, Begini Ceritanya

oleh
Halimah Yacob yang ditetapkan sebagai Presiden Singapura tanpa melalui coblosan.

GLOBALINDO.CO, SINGAPURA – Halimah Yacob ditetapkan sebagai presiden Singapura perempuan pertama dalam sejarah dan berasal dari etnis Melayu. Lebih unik lagi, Halimah ditetapkan sebagai presiden tanpa melalui coblosan. Lho, kok bisa? Begini ceritanya:

Proses pemilihan presiden Singapura seperti diatur dalam Konstitusi negara itu mewajibkan setiap Capres untuk mendapatkan Sertifikat Kelayakan dari Komisi Pemilihan Presiden (PEC). Untuk bisa mendapatkan sertifikat itu, para Capres harus mampu memenuhi seluruh syarat yang berlaku.

(Baca Juga: Sejarah Baru, Singapura Dipimpin Presiden Perempuan dari Etnis Melayu)

Syarat-syarat yang dimaksud antara lain, berstatus warga negara Singapura, berusia 45 tahun ke atas, terdaftar sebagai pemilih aktif, tinggal di Singapura tidak kurang dari 10 tahun, serta bukan anggota partai politik manapun saat mencalonkan diri.

Syarat lainnya adalah setidaknya pernah selama 3 tahun memegang jabatan penting dalam pemerintahan (untuk sektor publik) atau pernah menjabat CEO perusahaan dengan total aset minimum SG$ 500 juta (dari sektor swasta), atau mampu menunjukkan posisi penting dan tanggung jawab besar yang pernah diemban sebelumnya. PEC juga menilai integritas, karakter dan reputasi yang baik para capres.

Pada Senin (11/9/2017) waktu setempat, PEC mengumumkan bahwa dari lima Capres yang mengajukan diri, hanya satu yang memenuhi syarat yakni Halimah Yacob (63), mantan Ketua Parlemen Singapura. PEC kemudian merilis satu Sertifikat Kelayakan dan Sertifikat Komunitas Melayu untuk Halimah pada hari itu juga.

Seperti dilansir media Singapura, todayonline.com, Selasa (12/9/2017), tanpa adanya pesaing lain, tidak akan ada pemungutan suara atau coblosan di Singapura yang rencananya akan digelar 23 September mendatang.

Proses selanjutnya, Halimah harus menyerahkan berkas-berkas pencalonannya pada Rabu (13/9/2017) besok ke pusat pencalonan presiden. Berkas pencalonan dan sertifikat serta dokumen penting terkait juga harus diserahkan kepada Returning Officer, Ng Wai Choong. Returning Officer merupakan pejabat di setiap konstituen atau daerah pemilihan, yang melakukan pemilu dan mengumumkan hasilnya.

Masih ada proses pemeriksaan berkas juga proses pengajuan keberatan. Karena tidak ada kandidat capres lainnya, maka ada kemungkinan Returning Officer yang akan mengajukan keberatan. Jika semua berkasnya lolos dan proses pencalonannya sukses, maka Returning Officer yang akan menetapkan Halimah sebagai Presiden ke-8 Singapura pada hari yang sama.

Selanjutnya, Halimah bisa memulai masa jabatannya untuk 6 tahun ke depan pada Kamis (14/9) lusa. Halimah menggantikan Presiden Tony Tan yang telah mengakhiri masa jabatannya pada 31 Agustus lalu. Ketua Dewan Penasihat Kepresidenan (CPA), JY Pillay, menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Singapura sejak 1 September.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *