Hanura Batalkan Whisnu Wardhana Jadi Ketua DPC Karena Jadi Tersangka

Ketua DPC Partai Hanura Surabaya terpilih, Wishnu Wardhana saat ditemui di sela-sela Muscab di lapangan Flores, Senin (23/5/2016).

Wishnu Wardhana saat terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Partai Hanura membatalkan pelantikan Mantan politisi Partai Demokrat, Whisnu Wardhana alias WW sebagai Ketua DPC lantaran telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU).

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjebloskan Whisnu Wardhana ke Rutan Kelas I Surabaya Medaeng, Waru, Sidoarjo.

Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur, Kelana Aprilianto menyatakan, partainya mengambil langkah organisasi sesuai aturan yang ada.

“Tentu WW batal dilantik. Seharusnya pelantikan pada November. Kita putuskan Pelaksana Tugas (Plt),” kata Kelana, Kamis (6/10/2016).

Whisnu Wardhana sudah terpilih sebagai Ketua DPC Partai Hanura Surabaya melalui musyawarah cabang belum lama ini.

Whisnu Wardhana yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini pada saat menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU pada Tahun 2003 dituding melakukan penjualan aset milik badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur berupa sebidang tanah dan bangunan di Kediri dan Tulungagung tanpa melalui prosedur.

“WW kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait kasus dugaan pelepasan aset PT PWU yang ada di daerah Tulungagung dan Kediri pada Tahun 2003,” kata Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto.

Penjualan aset itu diduga merugikan negara, karena dijual dibawah NJOP. Namun, penyidik masih menunggu perhitungan dari audit BPKP.

Penyelidikan dan penyidikan kasus pelepasan aset PT PWU ini, penyidik kejaksaan sudah memeriksa sekitar 25 saksi, dan baru menetapkan satu tersangka yakni WW. Penyidik akan terus mendalami diantaranya pada 17 Oktober nanti akan memintai mantan Dirut PT PWU inisial DI untuk diperiksa sebagai saksi.

“Dalam proses pelepasan, tidak dilakukan sesuai prosedur. Diduga dalam proses penjualan itu, tidak diumumkan. Dan yang ikut dalam penawaran diduga hanya rekayasa saja,” jelasnya.

“Siapapun yang terlibat dan alat buktinya cukup pasti akan ditetapkan sebagai tersangka. Sampai hari ini baru satu tersangka WW,” tandasnya.(dtc/ziz)