Harga Melonjak, Pemerintah Tetap Impor Gula Mentah

Menteri Perdagangan Thmas Trikasih Lembong menjelaskan kebijakan pemerintah soal rencana impor gula meentah dan stok beras selama puasa hingga lebaran yang masih aman.

Menteri Perdagangan Thmas Trikasih Lembong menjelaskan kebijakan pemerintah soal rencana impor gula meentah dan stok beras selama puasa hingga lebaran yang masih aman.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong memastikan pemerintah tetap akan menjalankan rencana impor gula mentah. Kendati, kebijakan tersebut terkendala harga gula global yang sedang melambung.

“Gula tidak ada perubahan dalam pernyataan-pernyataan dalam semingu dua minggu terkahir, rencana masih sama importasi 381 ribu ton gula mentah,” tegas Tom saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).

Mendag mengakui, harga gula mendat global yang sedang melambung belakangan ini. Saat ini, harga gula mentah dunia melonjak hingga 26 persen di tahun ini.

“Jadi sesuai informasi yang kami terima tahun ini saja harga sudah melonjak 26 persen dalam mata uang dollar AS. Jadi memang kondisi pasok dan tren harga gula saat ini sangat tidak bersahabat. Dan kami juga melaporkan bahwa banyak laporan masuk di seluruh dunia kita harus waspada dengan harga beras di dunia,” ujar Tom.

Sementara untuk stok beras selama puasa hingga lebaran, Tom menjamin ketersediaannya masih aman. Hal itu, lanjut Tom, terwujud berkat upaya swasembada beras yang dilakukan oleh pemerintah pada tahun lalu, sehingga tahun ini stok beras mencukupi.

Ia menambahkan, tahun lalu pemerintah mampu mengimpor 1,5 juta ton beras berkat swasembada pangan. Di sisi lain, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) juga telah menyerap beras dari petani sehingga mampu melakukan operasi pasar hingga dua kali lipat lebih.

“Arahnya kan sekarang stok Bulog 2,5 juta ton, di Bulan Ramadan bisa memperbesar operasi pasar yang biasanya 150 ribu ton per bulan sekarang 350 ribu ton jadi 2,5 kali lipatnya OP biasa. Itu berkat kinerja pemerintah yang baik, tahun lalu bisa impor 1,5 juta impor beras,” ujarnya

Selain itu, Tom berharap agar antisipasi pemerintah dalam menyediakan stok beras yang aman tak terganggu oleh adanya fenomena la nina (periode basah). Karena itu, Presiden Joko Widodo meminta kepada para menterinya agar mempersiapkan antisipasi yang optimal dan diperhitungkan dengan cermat.

“Jadi tentunya kami mengharapkan meneruskan kinerja baik di beras dan membenahi kinerja sangat tidak optimal di sapi. Jadi sesuai himbauan dan arahan Pak Presiden kemarin kita harus antisipatif perencanaan jauh hari dan sekarang kita sudah bicara apa yang kita siapkan tiga bulan sampai enam bulan dari sekarang dan harus diperhatikan dengan cermat,” urai Tom. (met/gbi)