Hasil Pemeriksaan Sampel Kios Pasar Turi Perkuat Dakwaan Henry

oleh
Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan pedagang, Henry j Gunawan (kiri) didampingi kuasa hukumnya, Yuzril Ihza Mahendra ikut dalam sidang di tempat pemeriksaan kios di Pasar Turi Baru Surabaya, Rabu (1/8).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA –  Pemeriksaan tujuh dari 21 stan Pasar Turi Baru yang diambil sebagai sampel dugaan penipuan dan penggelapan semakin menguatkan dakwaan jaksa terhadap terdakwa Henry J Gunawan. Selain belum mengantongi hak strata title atas kios tersebut, para pedagang yang sudah membayar ke pengembang masih juga dipungut biaya lagi sebesar Rp 10 juta, masing-masing Rp 5 juta untuk memperoleh kunci kios dan Rp 5 juta untuk pemasangan daya listrik 900 watt.

Pemeriksaan sampel kios ini digelar dalam proses peninjauan setempat perkara penipuan dan penggelapan pedagang Pasar Turi Baru pada Rabu (1/8). Lima stand sampel yang diperiksa yakni stand milik Suhaemi, Ilham, Taufik dan Junaidi.

“Menurut pedagang, kunci dipungut biaya lima juta per pedagang, listrik 125 watt untuk mencapai 900 watt, per 125 watt per pedagang dikenakan lima juta,” ujar Jaksa penuntut umum, Darwis.

Jaksa mengatakan jika kios pedagang yang berjumlah  sekitar 3.800 (tiga ribu delapan ratus) memang sudah terdapat pintu, listrik serta kunci. Akan tetapi, Darwis menyebut jika pedagang masih harus merogoh kocek lagi untuk mendapatkan kunci dan tambahan daya listrik.

Lebih jauh, lanjut Darwis, terkait alas hak strata title yang dijanjikan Henry selaku pihak pengemban, tidak ada satupun pedagang pasar turi baru yang menerimanya. Strata title adalah bentuk kepemilikan yang dirancang untuk bangunan blok multilevel dan subdivisi horisontal dengan membagi area.

“Dari jumlah pedagang yang katanya 3.800 setelah di cek di lapangan sekitar 100 sampai 200 kios maksimal, tidak sampai 1.000. Adanya itu sangat jelas mendukung dakwaan kami” Tambahnya

Kuasa hukum terdakwa Henry J Gunawan, Agus Dwi Warsono menyanggah pernyataan jaksa Darwis. Ia mengatakan, tidak ada perjanjian tertulis bahwa pemasangan listrik sebesar 900 watt.

“Kami mempunyai sanggahan atas semua apa yang di dakwakan, apakah benar yang dijanjikan listrik 900watt, apakah ada perjanjianya, karena kesepakatannya hanya 125watt,” ujarnya

Terkait strata title, Agus menjelaskan, jika dalam persidangan hal tersebut sudah disampaikan kepada majlis hakim pada sidang sebelumnya.

Jika Strata title per ikatan jual beli (IJB) yang diperjanjikan oleh pengembang dengan pedagang tidak terlepas dari perjanjian induk dengan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya.

“Pemkot memberikan persetujuan untuk menyerahkan HPL, kemudian mengubah HGB diatas HPL dan sampai sekarang Pemkot belum memberikanya,” ujar Agus.

Perjanjian per IJB lanjut Agus, jika perjanjian IJB tersebut tidak berdiri sendiri. PPJB yang dibuat pengembang dan pedagang itu berinduk kepada perjanjian dengan Pemkot, dikarenakan belum terbitnya HGB diatas HPL untuk di alihkan dengan atas nama pedagang.

“Fakta persidangan, bahwa Pemkot belum melaksanakan kewajiban memberikan persetujuan HGB diatas HPL atas nama pengembang yang itu menjadi kewajiban dari Pemkot, Kalau itu terbukti dipersidangan apakah dakwaan terbukti kalau Henry J Gunawan (red) melakukan penipuan,” tuturnya.

Untuk diketahui jika pada hari Rabu 1 Agustus 2018, Majlis hakim pengadilan negeri Surabaya menggelar sidang ditempat atau PS yang diketuai Rochmad SH MH, didampingi Tim Hukum I Wayan Sulaksana beserta Jaksa Penuntut Umum, Darwis. atas perkara dugaan tipu gelap yang dilakukan oleh Henry J Gunawan dengan Perhimpunan Pedagang Pasar Turi Baru (P3TB).

Pada sidang tersebut, Henry J Gunawan didampingi oleh Advokat kondang Yusril Ihza Mahendra beserta tim penasehat hukum. Sidang berlangsung sekitar satu jam, dari pukul 10.00 sampai 11.00 WIB dengan memeriksa 5 kios dari 21 kios milik pedagang.

Sebagian pedagang membentangkan poster-poster bertulisan sindiran kepada Henry. Di antaranya, ‘Kembalikan Uang Strata Title BPHTB-Notaris’ dan ’11 Tahun Konflik Pasar Turi Belum Tuntas’. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.