Hati Dahlan Iskan Tak Orisinal, Keluarga Ajukan Penangguhan Penahanan

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dijebloskan ke Lapas Klas I Medaeng, Kamis (27/10), setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penjualan dan penyewaan aset PT PWU, BUMD milik Pemprov Jatim yang pernah dipimpinnya.

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dijebloskan ke Lapas Klas I Medaeng, Kamis (27/10), setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penjualan dan penyewaan aset PT PWU, BUMD milik Pemprov Jatim yang pernah dipimpinnya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Beralasan hati Dahlan Iskan yang sudah tidak orisinal dan pernah menjalani transplantasi, pihak keluarga dan pengacara mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Selain itu, pengacara Dahlan Iskan juga merencanakan pengajuan praperadilan.

“Bagaimanapun, kita tidak bisa pungkiri orang yang sudah transplatasi hati tidak bisa normal biasa,” kata pengacara Dahlan Iskan, Pieter Talaway, Jumat (28/10/2016).

Pertimbangan kesehatan yang kini diperjuangkan sekaligus menjadi pertanyaan pihak keluarga pada Kejati yang dianggap tidak memperhatikan aspek kemanusiaan.

“Beliau (Dahlan Iskan) harus tetap sehat dan kuat. Dia hidup dengan obat, jadi kami sangat prihatin kenapa ditahan tanpa perhatikan aspek kemanusiaan,” imbuh Pieter.

Mantan Dirut PT Panca Wira USaha (PWU), BUMD Pemprov Jatim ini ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pelepasan 33 aset pada periode 2002-2004. Namun Dahlan mengaku menandatangani berkas yang disiapkan anak buah serta menjadi korban incaran penguasa.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Dahlan Iskan menjalani pemeriksaan maraton selama lima kali meski sebelumnya sempat mangkir dua kali tidak hadir saat dipanggil sebagai saksi.(dtc/ziz)