Hati-hati, Usia 45 Tahun Tulang Mulai Keropos

sop-senam-lansiaGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pengeroposan tulang, mulai terjadi di usia 45 tahun. Hal ini terutama terjadi pada perempuan lantaran kadar hormon estrogennya menurun. Hormon tersebut dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Setelah menopause, kadar estrogen menurun sehingga kepadatan tulang pun ikut tergerus secara drastis. Hal ini mengakibatkan perempuan lebih berisiko terkena osteoporosis dibanding pria.

Dokter spesialis ortopedi, Franky Hartono, menjelasakn osteoporosis ditandai dengan pengurangan massa atau kepadatan dan gangguan pada struktur jaringan tulang. Masalah ini biasanya tak menunjukkan gejala sampai mengakibatkan patah tulang atau nyeri di area tulang belakang.

Franky juga menambahkan, ada tiga tahap perkembangan tulang. Tahap pertama adalah pertumbuhan. Pada pria, fase ini terjadi semenjak lahir sampai umur 18–20 tahun. Sedangkan pada perempuan, masa pertumbuhannya lebih pendek, dari bayi sampai berumur 16–18 tahun.

Setelah tumbuh, tulang mengalami fase pemadatan sampai usia 40 tahun. Kepadatan tulang dalam masa puncak pemadatan di usia 30 tahun paling tinggi dibanding usia sebelum atau sesudahnya. Di usia 30–40 tahun, kepadatannya relatif stabil.

“Tapi setelah itu, kepadatannya perlahan-lahan menurun pada usia 40 tahun,” kata Kepala Divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk ini, Kamis, 20 Oktober lalu.

Menurut Franky, perbedaan tahap ini terjadi karena tulang adalah jaringan hidup yang secara konstan berubah-ubah. Osteoporosis bisa terjadi karena peran dua sel dalam tubuh, yakni osteoblas yang berperan memproduksi tulang dan osteoklas yang menggali dan membuat tulang mengeropos. Dalam periode umur tertentu, sel tulang disimpan. Namun, pada usia 40 tahun ke atas, osteoklas lebih banyak berperan dibanding osteoblas sehingga terjadi pengurangan massa tulang. (tm/nh)