Heboh Penggandaan Uang di Batang Jateng yang Tewaskan 2 Orang

oleh
Warga Batang Jateng saat melihat pembongkaran timbunan korban pembunuhan bermotif penggandaan uang.

GLOBALINDO.CO, BATANG – Kasus penggandaan uang yang sempat ramai lewat sosok Dimas Kanjeng kini kembali heboh di wilayah Batang, Jawa Tengah (Jateng). Apalagi, kasus penipuan bermotif penggandaan uang ini telah menewaskan 2 orang.

Aksi penipuan bermotif penggandaa uang hingga menimbulkan korban jiwa ini dilakukan oleh Muslimin (45). Lantaran kedoknya terbongkar, dia nekad membunuh “pasiennya” sendiri yakni Restu Novianto (37) dan Slamet (50). Kedua korban tewas dibunuh dan dikuburkan di di sebuah lahan perkebunan sengon di Dukuh Sambungrejo, Desa Sawangan.

Pelaku pembunuhan kini sudah diamankan di Mapolres Batang, Jateng. Menurut pengakuan Muslimin, dia terpaksa membunuh pasiennya lantaran mendesak meminta uang yang digandakan hingga Rp 1 triliun.

(Baca Juga: Heboh Penggandaan Uang dengan Daun di Tangerang, Polisi Tangkap Pelaku)

“Dia (korban) minta Rp 1 triliun. Saya ditagih terus saat itu. Langsung saya tendang, saya pukul, saya masukkan ke lubang,” kata Muslimin.

Tubuh korban pertama bernama Restu ini dikubur di lahan kebun sengon. Petugas pun melakukan pengembangan dengan menanyai sang istri Muslimin bernama Sawiyah (42). Sawiyah kemudian menunjukkan korban kedua bernama Slamet yang juga dipendam di kebun sengon itu.

“Dari hasil pengembangan, ada satu korban lagi dari aksi pelaku itu,” kata Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto, Kamis (14/12)

Slamet alias Sugeng merupakan warga Dukuh Sambungrejo RT 01/RW 03, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing.

“Korban atas nama Slamet ini diketahui dikubur oleh pelaku di lahan perkebunan sengon ikut Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan,” jelas Sugiyanto.

“Pembongkaran kuburan yang diduga kuburan korban (Slamet) dilakukan oleh tim DVI Polda Jateng,” lanjutnya.

Sementara itu, sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kepolisian menjaga rumah pelaku. Rumah pelaku sendiri saat ini tidak berpenguni, mengingat istri pelaku, yakni Sawiyah, tengah dilakukan peneriksaan lebih lanjut oleh polisi.

“Untuk motif yang temuan kedua ini (Slamet), masih dilakukan pendalaman lebih lanjut,” jelas Sugiyanto.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *