Heboh Videotron Porno, Polisi Periksa Admin dan Vendor, Ngaku Dihack

Inilah salah satu potongan foto (capture) adegan film porno jepang di videotron di Kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, di dekat Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (30/9). Video tersebut membuat heboh pengguna jalan dan diunggah di media sosial.

Inilah salah satu potongan foto (capture) adegan film porno jepang di videotron di Kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, di dekat Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (30/9). Video tersebut membuat heboh pengguna jalan dan diunggah di media sosial.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kehebohan yang dimunculkan oleh tayangan pornografi pada papan iklan videotron di Jl Pangeran Antasari, Jaksel terus didalami polisi. Tim Polda Metro Jaya sudah memeriksa 8 orang terkait tayangan porno itu. Admin dari pengelola konten iklan di videotron juga ikut diperiksa.

“Masih berproses. (Yang diperiksa) admin, pemilik vendor terus kemudian saksi-saksi lain yang melihat kejadian. Sudah 8 orang kita periksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, Sabtu (1/10/2016).

Awi menambahkan, tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus akan melakukan uji digital forensik terhadap perangkat computer processor unit (CPU) yang dibawa dari kantor PT Transito Adiman Jati. Uji ini penting untuk memastikan ada tidaknya kesengajaan penayangan video porno.

“Masih menunggu pemeriksaan digital forensik baru nanti bisa bicara data base ada di situ apa enggak, ada yang hack, sabotase apa enggak. Itu ketahuan dari digital forensik,” kata Awi.

Videotron berukuran 24 meter persegi ini merupakan miliki PT Matapena Komunika Advertama. Namun pengelola konten disubkontrakkan ke PT Transito Adiman Jati Transito Advertising.

Pihak PT Transito Adiman Jati mengaku munculnya film porno di videotron bukan karena kesengajaan. Karena itu, perusahaan yang mengelola konten iklan pada videotron tersebut melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Ini di luar dugaan, tentu problem buat kita. Kita sudah melaporkan ke polisi. Saat ini teman-teman sudah berada di Polda. Kita ingin segera terlacak, karena kami meyakini ini bukan ulah kita. Istilahnya di-hack,” kata juru bicara PT Transito Adiman Jati, Widi Krastawan, kemarin.(dtc/ziz)