Henry J Gunawan Bakal Kembali Jalani Persidangan

oleh
Henry J Gunawan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Henry Jocosity Gunawan bakal kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (3/10). Bedanya, kali ini Henry akan menjalani persidangan bersama istrinya Iuneke Anggraini.

Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono menegaskan pihaknya siap untuk memeriksa perkara dugaan memberikan keterangan palsu pada akta otentik, sebagaimana diatur dalam pasal 266 ayat (1) KUHP Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Sidang perdana Henry dan istrinya bakal digelar bebarengan dengan sidang Gus Nur dan Kepailitan,” kata Sigit, Senin (30/9/2019).

Menurut Sigit, sidang perdana bakal digelar dengan agenda pembacaan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

“Tidak ada pengamanan khusus, mengingat ini bukan pertama kalinya Henry disidang disini (PN Surabaya, red). Adapun nantinya tampak aparat kepolisian yang membantu pengamanan, itu dikarenakan pada hari yang sama juga digelar sidang yang dihadiri banyak massa,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, majelis hakim yang akan menyidangkan perkara ini yakni Dwi Purwadi sebagai ketua majelis hakim, I Wayan Sosiawan dan Mashuri sebagai anggota.

“Kapan sidangnya, masih menunggu penetapan majelis hakim,” imbuh Sigit.

Begitupun dengan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, Fariman Isandi Siregar saat dikonfirmasi juga menyatakan kesiapan pihaknya. “Kita siap sesuai penetapan sidang,” ujar Fariman saat dikonfirmasi vis selulernya.

Menurut Fariman, Henry diperkarakan atas dasar masalah hutang piutang dengan Teguh Kinarto sebesar Rp17 miliar. Saat melakukan pinjaman kepada Teguh, kata Fariman, Henry mengaku sudah menikah dengan Inneke dan tercatat pada catatan sipil. Namun, setelah ditelusuri pihak Teguh Kinarto, Henry menikah pada tahun berikutnya.

Ketika menjalani proses hukum di penyidik Polrestabes Surabaya, Henry dan istrinya tidak ditahan. Namun ketika dilimpahkan ke penuntut umum, dalam status pelimpahan tahap dua, kedua tersangka dilakukan penahanan oleh Kejari Surabaya.

“Kami lakukan penahanan karena khawatir tersangka melarikan diri. Apalagi sebelumnya pernah mangkir dua kali untuk menjalani proses pelimpahan tahap dua,” tambah Fariman.

Selain itu, lanjut dia, penahanan ini dilakukan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu, penahanan ini juga bertujuan mempermudah proses pemberkasan perkara. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.