Henry J Gunawan Didakwa Gelapkan Duit Pedagang Pasar Turi

Terdakwa penipuan dan penggelapan duit pedagang Pasar Turi, Henry J Gunawan bersama kuasa hukumnya, Sabron Jamil Pasaribu usai menjalani sidang dakwaan di Pn Surabaya, Kamis (30/11).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry J Gunawan kembali diseret ke meja hijau atas tuduhan kasus yang sama, penipuan dan penggelapan uang. Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/11), Henry didakwa menipu dan menggelapkan duit pungutan dari 3.600 pedagang Pasar Turi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya, yakni Ali Prakoso dan Harwaedi dalam dakwaannya menyatakan, perbuatan Henry  melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan. Perbuatan Henry dilaporkan 19 pedagang yang merasa dirugikan sebesr total Rp 1 miliar lebih.

“Perbuatan terdakwa Henry telah merugikan 19 orang para pedagang sebesar Rp 1.013. 944.000 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah),” kata Jaksa Ali Prakoso saat membacakan surat dakwaannya diruang sidang cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/11).

Atas dakwaan tersebut, terdakwa Henry melalui tim penasehat hukumnya, Sabron Jamil akan mengajukan eksepsi yang dibacakan pada persidangan selanjutnya, Kamis dua pekan mendatang (14/12). Penundaan sidang selama dua pekan ini atas permintaan kuasa hukum terdakwa.

“Saya selama 30 tahun jadi hakim tidak pernah eksepsi dibacakan dua minggu setelah pembacaan dakwaan,” ucap Ketua Majelis Hakim Rochmad.

Namun Hakim Rochmad tetap mengabulkan permintaan penundaan pembacaan eksepsi terdakwa selama dua pekan.  “Iya sudah, sidang dilanjutkan Kamis, tanggal 14 Desember 2017 dengan agenda pembacaan eksepsi,” kata Hakim Rochmad sembari menutup sidang.

Henry J Gunawan dilaporkan 19 pedagang Pasar Turi ke polisi dengan tuduhan penipuan dan penggelepan duit. Modusnya, Kmantan Ketua REI Jatim itu memungut uang kepada 3.600 pedagang  dengan dalih untuk biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang. Saat itu, Henry bertindak sebagai investor.

Sehari jelang persidangan hari ini, para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Turi mendatangi Kantor Komisi Yudisial (KU) Penghubung Jatim. Mereka meminta agar KY mengawasi jalannya persidangan kasus Pasar Turi.

Luasa Hukum pedagang Pasar Tui, I Wayan Titib Sulaksana mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan netralitas majelis hakim yang menyidangkan Henry dalam kasus ini. Kekhawatiran ini cukup beralasan apabila berkaca pada persidangan perkara penipuan lain yang menjerat Henry.

Dalam sidang kasus yang dilaporkan notaris Caroine C Kalampung itu, sikap Ketua Majelis Hakim Unggul Mukti Warso dianggap kerap menguntungkan terdakwa Henry.

“Istimewanya dijadikan tahanan kota tanpa melalui prosedur, Hakim mengabulkan pengangguhan penahanan Henry hanya berdasarkan permohonan lisan  karena sakit tapi tanpa ada pendapat dokter Rutan, tanpa menghadirkan dokter di peradilan, tanpa pembantaran,” ucap Wayan Titip, Rabu (29/11) kemarin.

Pihak KY Penghubung Jatim pun mengaku akan segera menanggapi laporan Persatuan Pedagang Pasar Turi tersebut dan akan meminta ijin ke KY Pusat untuk melakukan pengawasan persidangan kasus Pasar Turi ini.

“Besok kami upayakan. Paling lambat pada sidang kedua dan tentunya pada sidang  pembuktian saksi yang sangat penting dilakukan pengawasan,”ujar Dizar Alfarizi selaku koordinator penghubung KY Jatim saat menerima laporan Pedagang Pasar Turi, Rabu (29/11) kemarin. (ady)