Hilangkan Nyawa Orang, Kurniawan Raharjo Terancam Hukuman 6 Tahun

by
Terdakwa Kurniawan Raharjo saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus kecelakaan lalu lintas di depan rumah sakit dr Soetomo dengan terdakwa Kurniawan Raharjo, digelar untuk kedua kalinya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (01/8/2017).

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi ini menghadirkan Sunyono satu orang saksi dari polisi lalu lintas yang menerima laporan dari masyarakat adanya tabrakan di lokasi Jalan Raya dr Moestopo.

Dalam kesaksiannya, Sunyono menceritakan tidak melihat secara langsung kejadian itu. Waktu dirinya datang ke lokasi, korban sudah dilarikan ke rumah sakit.

“Saya tidak melihat langsung kejadiannya, saya hanya mendapatkan laporan dari tim siaga,” kata Sunyono di hadapan majelis hakim.

Menurut Sunyono, dari laporan tim siaga mobil terdakwa melawan arus di jalan dr Moestopo. Tepatnya dia dari arah barat ke timur.

“Sedangkan korban waktu itu melaju dari timur ke barat,” ujar Sunyono.

Saat ditanya apa sudah upaya perdamaian dalam kasus laka lantas ini, Sunyono mengaku tidak tahu. Namun dirinya mendengar kalau sudah ada itikad baik dari terdakwa.

“Setahu saya, terdakwa sudah membiayai pengobatan Rp 32 juta, biaya pemakaman Rp 5 juta dan memberi santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 50 juta,” papar saksi.

Untuk diketahui kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa di Jalan dr Moestopo, Surabaya, terjadi pada hari Jumat tanggal 28 April 2017 sekira jam 05.00 WIB.

Saat itu pengemudi mobil Toyota Avansa No. Pol. S-1769-PG yang bernama Kurniawa Raharjo melaju dengan kecepatan tinggi melawan arus di jalan dr Moestopo. Tanpa disadari tepat di rumah sakit dr Soetomo muncul sepeda motor Mio yang dikendarai seorang laki-laki.

Karena mobil yang dikendarai tedakwa melaju dalam kecepatan tinggi kecelakaan tidak dapat dihindari. Akibat kecelakaan itu pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Diduga saat mengemudi mobil, terdakwa Kurniawan Raharjo dalam keadaan mabuk usai menggelar pesta miras bersama teman-temannya di Cafe Chug, Grand City dan Cafe di Sutos.

Terdakwa dituntut dengan pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000. (Adi/gbi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *