Hotel Alexis Batal Ditutup, Security Sandera Wartawan

oleh
Awak media meliput penutupan Hotel alexis yang hari ini batal dilakukan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Batalnya penutupan Hotel Alexis hari ini, Kamis (22/3), diwarnai insiden intimdiasi yang dilakukan security hotel terhadap awak media. Tidak hanya meminta para awak media menunjukkan kartu identitas untuk difoto, security hotel juga sempat menyandera seorang pewarta yang hendak meliput kegiatan penutupan tempat hiburan malam berbalut hotel itu.

Pewarta bernama Adi Wijaya itu bahkan sempat digiring masuk ke dalam pos security. Tiga orang security berubuh besar mengepung dirinya dan dua rekannya.

Sebelum digiring ke dalam pos, Adi diminta menunjukkan ID Card-nya oleh salah satu security dan dirinya sempat difoto oleh security lain. Usai menyerahkan ID Card, security yang tidak diketahui namanya menjawab tidak tahu soal adanya penutupan Alexis.

“Terus gue ditemuin ke humasnya, bilangnya si humas, tapi gue digiring ke pos yang di pintu masuk samping rel kereta. Yang nganter kita ke pos itu sekuriti berseragam bawa HT,” ucapnya.

Tetapi Adi menyuruh dua rekannya agar menjauh dan tidak mengikuti dirinya masuk ke dalam pos. Hal itu untuk mengantisipasi jika terjadi kekerasan atau tindakan security yang tidak diinginkan, maka dua rekannya tadi bisa melapor ke pewarta lain dan polisi.

“Di dalem pos ada sekitar 10 orang security bertubuh besar, ada satu pemimpinnya yang rambutnya dikuncir ke belakang duduk di kursi yang ada meja,” terang Adi.

Sekitar satu jam di dalam pos itu, Adi dicecar dengan sejumlah pertanyaan oleh pemimpin security itu. Namun, pertanyaannya yang diajukan dirasakan oleh Adi sebagai intimidasi karena sambil marah-marah dan berteriak serta gebrak meja.

“Nanya segala macem (lebih ke arah intimidasi), dia nanya gue darimana, ada info apaan, terus gue jawab sejujur-jujurnya dia nggak percaya, malah menganggap gue anggota yang jadi wartawan, dan pas gue pamit pulang nggak boleh,” kata Adi.

Beruntung, selama itu jantung masih berdegub dan tubuhnya masih utuh karena tak terjadi kekerasan.

“Ya sekitar satu jam anak anak Utara Dateng, gue suruh bang Noris SCTV ikut masuk ke dalem. Di dalam ngobrol ngobrol sebentar baru boleh disuruh pulang. mereka masih tetep nganggep gue anggota,” ujarnya.

Salah seorang security Alexis saat dikonfirmasi soal kartu identitas wartawan yang difoto, berdalih untuk keperluan pendataan. Petugas keamanan di lokasi mengkklaim sejak pagi tadi juga tidak ada petugas Satpol PP maupun anggota kepolisian yang mendatangi Hotel Alexis.

“Dari tadi tidak ada yang datang,” kata petugas keamanan yang enggan disebut namanya.

Humas Alexis, Ridwan juga menyebut tidak ada petugas Satpol PP maupun anggota kepolisian yang datang. Ia berdalih, banyaknya petugas keamanan tersebut dikarenakan bertepatan dengan hari pembagian gaji untuk karyawan.

“Ramai karena bagi gaji itu,” kata Ridwan.

Hari ini, agenda penutupan Hotel Alexis oleh Satpol PP Pemprov DKI Jakarta batal dilakukan. Padahal apel gelar pasukan gabungan pengamanan eksekusi penutupan Alexis sudah digelar.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP DKI Jakarta, Hari Apriyanto, mengatakan rencana eksekusi penutupan Alexis batal dilaksanakan. Hanya saja Hari tidak memberitahu alasan pembatalan rencana tersebut.

“Tidak ada (eksekusi Alexis), saya pastikan A1 tidak ada,” ucap Hari.

Padahal Kepala Bidang Industri dan Pariwisata Disparbud DKI Jakarta, Toni Bako, sudah menegaskan bahwa hotel alexis harus ditutup hari ini. Toni mengaku dirinya sudah mengirimkan surat ke PTSP dan telah ditindaklanjuti  Satpol PP.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk membantu pengamanan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam menutup Alexis.

“Anggota sudah pulang karena tidak jadi. Polisi hanya mendampingi, yang berhak menutup Pemprov,” kata Argo saat dihubungi, Kamis (22/3).

Argo mengatakan sebelumnya sekitar 60 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat sudah melaksanakan apel pengamanan dan dikerahkan ke tempat bisnis yang berada di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat tersebut. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *