ICCN Optimis Dapat Memacu Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Tanah Air

oleh
Salah satu rangkaian acara Rakernas ICCN di Surabaya. Penandatangan kerja sama antara ICCN dengan Kawasan Ekonomi Kreatif Singhasari, Kabupaten Malang.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) mulai hari ini menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Four Point Hotel, Surabaya, Jumat (28/6/2019). Rencananya Rakernas akan digelar hingga hari Minggu (30/6).

Ketua Umum ICCN, Tb, Fikri Satari, menuturkan dipilihnya Surabaya sebagai lokasi Rakernas kali ini bukan tanpa alasan. Salah satunya karena perkembangan komunitas ruang publik di kota pahlawan.

“Surabaya sudah jadi contoh nasional. Salah satunya Surabaya Creative Network (SCN) yang sudah sangat hebat,” ujar Fikri Satari, saat jumpa pers.

Melalui Rakernas kali ini Fikri, berharap ICCN dapat memacu pertumbuhan ekonomi kreatif antar kota di seluruh pelosok daerah di Indonesia.

Untuk itu, peran serta Pemerintah Daerah (Pemda) dalam aktif pengembangan ekonomi kreatif menjadi sinergisitas bersama pemerintah pusat dalam kemajuan ekonomi kreatif.

“Kota kreatif adalah masa depan dari keberlanjutan Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan ragam budaya, tradisi untuk dielaborasi dengan perkembangan terkini dari ilmu pengetahuan inovasi, teknologi, diyakini akan menciptakan kekuatan ekonomi baru.

“Harapan kami dari Rakornas ini muncul kota-kota kreatif di Indonesia,” harap Fikri.

Ia menjelaskan, ICCN merupakan jejaring forum lintas komunitas kreatif tanah air yang berdiri tahun 2015 serta memiliki 200 lebih jaringan Kabupaten/Kota di Indonesia.

Rakornas kali ini, ujar Fikri, mengambil tema ‘Guyub’ yaitu, Greget Nglakon Bareng dengan beragam kegiatan diantaranya, seminar nasional, Rakornas ICCN, dan kunjungan komunitas kreatif.

Fikri kembali mengatakan, ICCN diluncurkan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Bp. Triawan Munaf pada 21 Desember 2015 di Jakarta.

“Koordinasi ini terus berlanjut sampai sekarang, untuk memperkuat jejaring dan menyelesaikan masalah industri kreatif di tiap kota,” terangnya.

Pada Rakornas di Surabaya ini turut ditandatangani kerja sama antara ICCN dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kota Malang. Dimana KEK ini merupakan yang pertama fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan talent Indonesia.

Sementata itu Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, Malang memiliki zonasi wilayah Kawasan Ekonomi Khusus di Singasari. Kawasan ini siap menjadi pelopor Kota ekonomi kreatif di Indoensia.

“Kami ingin Kota Malang menjadi inspirasi Kota-Kota lainnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, dengan memiliki Kawasan Ekonomk Kreatif,” ungkap Sutiaji.

Sutiaji menegaskan, Pemkab Malang mendukung penuh pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung bahkan Pemkan Malang, sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 180 miliar.

“Unggulan kita adalah aplikasi dan game. Bahkan sudah ada game buatan yang kita jual ke Amerika dengan harga 100 ribu dollar,” pungkas Sutiaji. (BMB/GBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.