Identitas Lima WNI Korban Kecelakaan Maut di AS Masih Misterius

Kecelakaan maut di di Hancock County pada Minggu (2/5) yang mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk 5 warga negara Indonesia. (Ilustrasi)

Kecelakaan maut di di Hancock County pada Minggu (2/5) yang mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk 5 warga negara Indonesia. (Ilustrasi)

GLOBALINDO.CO, WASHNGTON DC – Kepolisian di Missisipi, Amerika Serikat masih menutup rapat identitas korban kecelakaan lalu lintas di Hancock County pada Minggu (2/5), termasuk lima warga negara Indonesia.

Juru bicara Mississippi Highway Patrol (MHP), Chase Elkins, dikutip situs berita Sun Herald mengatakan, pihak koroner kesulitan untuk mendapatkan identitas keluarga terdekat dari para korban.

“Karenanya kami tidak bisa menyebutkan nama-nama korban saat ini,” katanya. Ia menambahkan, penyelidikan mengenai sebab musabab kecelakaan bisa makan waktu berpekan-pekan karena kondisi kendaraan yang hancur parah.

Petugas koroner dari Hancock County Jim Faulk dikutip mengatakan, dua penumpang di kursi depan mobil tewas seketika, dan tiga penumpang di kursi belakang, luka parah, salah satunya meninggal hari Senin (03/05).

“Dua yang selamat masih hidup dan keadaan mereka membaik,” kata Chase Elkins.

Kecelakaan terjadi pada hari Minggu (2/5) pukul 21.00, di highway I-10, antara Mississippi dan Louisiana, Hancock County, Mississippi, sekitar 800 km dari Houston, kata Konsul Jenderal RI Houston, Henk Soriansong, seperti dikutip dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri.

“Kelima warga Indonesia itu berada dalam satu kendaraan, tiga di antaranya meninggal dunia dan dua orang luka parah,” kata Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, kepada BBC Indonesia, Kamis (5/5).

Sejauh ini, tambah Lalu, jenazah dua korban meninggal dunia masih berada di Edmund Fahey Funeral Home, Bay St. Louis, Mississippi sementara jenazah seorang lainnya di New Orleans Coroner Office.

“Sementara dua orang WNI korban luka serius ditangani di dua rumah sakit yang berbeda yaitu di Memorial Hospital at Gulfport, Missisipi, dan di University Medical Center, New Orleans,” tutupnya. (bbc/gbi)