Ikatan Dokter Indonesia Tolak Hukuman Kebiri Karena Langgar Kode Etik

logo idiGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak penerapan hukuman kebiri kimiai bagi pelaku kejahatan seksual anak karena dinilai melanggar kode etik kedokteran.

Menteri Kesehatan (Menkes), Prof Nila Moeloek membenarkan sikap Ikatan Dokter Indonesia ini terkait kebiri kimiawi. Menkes menyebut, hukuman tambahan kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual anak memang bertentangan dengan etika kedokteran.

“Memang benar (berlawanan dengan etika kedokteran-red),” tegas Nila Moeloek saat berada di Hotel Crowne Plaza, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).

Meski begitu, Menkes bersikukuh bahwa hukuman kebiri bisa dilakukan untuk memberi efek jera kepada pelaku.

“Kalau ini keputusan pengadilan ya harus kita patuhi, dalam arti harus dilaksanakan,” tambah Menkes.

“Di samping itu hukuman tambahan ini untuk membuat efek jera kepada pelaku,” tambahnya lagi.

Menkes meminta pro-kontra hukuman kebiri ini dilihat secara holistik. Ia menyebut harus dilihat apa penyebab kasus kejahatan seksual pada anak ini terjadi.

“Pertanyaannya adalah ada apa sih dengan masyarakat kita? Kok jadi beringas gitu? Dan mungkin keterkaitannya dengan kemiskinan, pengangguran dan pendidikannya,” terangnya.(dtc/ziz)