Impor Daging Jadi Bancakan 10 Perusahaan Swasta

daging beku imporGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kran impor daging sapi beku yang dibuka pemerintah menjadi ajang bancakaan bagi 10 perusahaan swasta. Seperti diketahui, selain menugaskan BUMN, pemerintah juga melibatkan perusahaan swasta dalam impor daging sapi beku jenis secondary cut. Sejauh ini, sudah 27.400 ton daging sapi yang izinnya telah dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi), Thomas Sembiring mengungkapkan, pihaknya keberatan dengan 10 perusahaan yang mendapatkan jatah kuota impor untuk stabilisasi harga saat puasa dan Lebaran.

“Kita selama ini dilarang impor daging secondary cut, hanya boleh jenis daging prime cut. Kita yang sudah lama pengalaman dengan impor daging impor tidak dilibatkan,” keluh Thomas, Jumat (10/6/2016).

“Saat pertemuan juga dengan Menteri Pertanian (Amran), kita juga tegaskan nggak punya peranan untuk turunkan harga, karena selama ini kami dilarang impor secondary cut. Kemudian tiba-tiba swasta lain boleh impor,” tambahnya lagi.

Thomas menuding, penunjukan sekitar 10 perusahaan swasta tanpa proses yang dilakukan secara terbuka. Di sisi lain, importir anggotanya yang sudah berpengalaman lama di importasi daging sapi sama sekali tak diberi kesempatan.

“Ada apa ini? Apa ada permainan? Tiba-tiba ditunjuk perusahaan yang saya juga nggak tahu asalnya, mereka langsung dikasih izin impor, sementara kita dilarang impor. Artinya, pasti ada apa-apa di balik ini,” tegasnya.

Sebagai importir daging, lanjut Thomas, juga harus memiliki banyak persyaratan. Terutama pada fasilitas penyimpanan dan saluran distribusi sebelum izin impor daging beku keluar.

“Kita importir harus penuhi dulu tempat penyimpanannya di cold storage, tak boleh sewa, harus milik sendiri. Kemudian harus punya kendaraan khusus untuk distribusinya. Terus tiba-tiba ada perusahaan langsung dikasih izin, perlu dipertanyakan,” tutup Thomas.(dtc/ziz)